<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Stimulasi Hafalan Al-Qur’an Anak Usia Dini Sejak Dalam Kandungan &#13;
Sampai Usia Enam Tahun.</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Aprinalistia</mods:namePart><mods:namePart type="family">Aprinalistria</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Sujarwo</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sujarwo</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam praktik stimulasi hafalan Al￾Qur’an yang dilakukan orang tua sejak masa kehamilan hingga anak berusia enam tahun. &#13;
Kajian ini menelaah bentuk-bentuk stimulasi yang diberikan, peran orang tua dalam &#13;
proses tersebut, serta bagaimana mereka memaknai dampak stimulasi hafalan Al-Qur’an &#13;
terhadap perkembangan anak. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi faktor &#13;
pendukung dan penghambat yang dihadapi orang tua, serta pola stimulasi yang dianggap &#13;
paling efektif dalam membantu anak menghafal Al-Qur’an pada usia dini.&#13;
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Subjek &#13;
penelitian terdiri atas tujuh keluarga yang berdomisili di Yogyakarta, Bandung, &#13;
Sukoharjo, dan Brebes. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kedua &#13;
orang tua sebagai sumber utama. Analisis data dilakukan menggunakan Interpretative &#13;
Phenomenological Analysis (IPA), yang menekankan penafsiran pengalaman subjektif &#13;
individu. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan member checking untuk &#13;
memastikan konsistensi dan kredibilitas temuan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran sentral dalam &#13;
keberhasilan stimulasi hafalan Al-Qur’an, terutama melalui konsistensi waktu, &#13;
keterlibatan aktif, serta penciptaan lingkungan rumah yang kaya dengan stimulus Qur’ani. &#13;
Penelitian ini menghasilkan temuan baru berupa Teori Komitmen Orang Tua dalam &#13;
stimulasi hafalan Al-Qur’an anak usia dini, yang mencakup keterlibatan orang tua, &#13;
konsistensi, pengaturan lingkungan belajar, dan penetapan target hafalan. Metode &#13;
stimulasi yang diterapkan keluarga beragam, mulai dari penggunaan murotal hingga &#13;
pendekatan langsung yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak. Penelitian &#13;
menyimpulkan bahwa komitmen orang tua dan lingkungan yang mendukung merupakan &#13;
faktor kunci keberhasilan stimulasi hafalan, serta menyarankan perlunya pendampingan &#13;
berkelanjutan bagi orang tua untuk mengoptimalkan praktik tersebut.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Agama</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Psikologi Pendidikan dan Bimbingan</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Pendidikan Guru PAUD</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Studi Islam</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-07-15</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekolah Pascasarjana;Ilmu Pendidikan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>