<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pola Pendidikan Pondok Pesantren dalam  Menumbuhkan Resiliensi Santri Penghafal Al-Qur’an di Yogyakarta.</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ahmad Muzakkil</mods:namePart><mods:namePart type="family">Anam</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Achmad</mods:namePart><mods:namePart type="family">Dardiri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis dan mendeskripsikan &#13;
dimensi serta struktur tata kelola pola pendidikan di Asrama Tahfizh Al-Qur'an &#13;
Putra (ATAP) Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak dan Pondok Pesantren An￾Nur Ngrukem bagi santri penghafal Al-Qur’an; 2) menemukan kekhasan pola &#13;
pendidikan di ATAP Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak dan Pondok &#13;
Pesantren An-Nur Ngrukem dalam menumbuhkan resiliensi santri penghafal Al￾Qur’an ; serta 3) merumuskan model teoretis pola pendidikan pesantren tahfizh Al￾Qur’an yang ideal (Model Pesantren Resilien) dalam membangun ketangguhan &#13;
santri secara sistematis dan berkelanjutan.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi &#13;
multikasus eksploratif di ATAP Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak dan &#13;
Pondok Pesantren An-Nur Ngrukem, Bantul, Yogyakarta. Data dikumpulkan &#13;
melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, focus group discussion&#13;
(FGD), dan studi dokumentasi, kemudian divalidasi melalui triangulasi, prolonged &#13;
engagement, dan member checking. Analisis data dilakukan melalui analisis kasus &#13;
dan lintas kasus dengan tahapan analisis domain, taksonomi, komponensial, dan &#13;
tema kultural.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ATAP Ali Maksum Pondok &#13;
Pesantren Krapyak dan Pondok Pesantren An-Nur Ngrukem membentuk resiliensi &#13;
santri melalui sistem pendidikan yang terintegrasi; meskipun bercirikan sistemik￾integratif dan spiritual-tradisional, keduanya sama-sama membangun ekosistem &#13;
pendidikan yang adaptif, humanis, dan berorientasi pada perkembangan santri; (2) &#13;
kekhasan pola pendidikan kedua pesantren terletak pada kemampuannya &#13;
mentransformasikan seluruh komponen pendidikan menjadi protective factors yang &#13;
membentuk resiliensi santri; dan (3) penelitian ini menghasilkan “Model Teoretis &#13;
Pola Pendidikan Pesantren Resilien”, yaitu sistem pendidikan yang bekerja melalui &#13;
lima mekanisme yang saling berkaitan dan berlangsung secara siklik, yaitu &#13;
Adaptive Governance, Humanistic Care, Sanad-Based Learning Culture, &#13;
Integrated Social-Spiritual Support System, dan Collaborative Resilience &#13;
Ecosystem, sehingga menegaskan bahwa resiliensi santri merupakan educational &#13;
outcome dari sistem pendidikan yang terintegrasi, bukan semata-mata kemampuan &#13;
individual.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Agama</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Pendidikan (Umum)</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Studi Islam</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-07-29</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekolah Pascasarjana;Ilmu Pendidikan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>