@phdthesis{UNY92295, year = {2026}, title = {Pola Pendidikan Pondok Pesantren dalam Menumbuhkan Resiliensi Santri Penghafal Al-Qur?an di Yogyakarta.}, month = {July}, school = {Sekolah Pascasarjana}, author = {Ahmad Muzakkil Anam and Achmad Dardiri}, keywords = {resiliensi santri, tahfizh Al-Qur'an, pola pendidikan, kepemimpinan Kiai, pesantren resilien.}, abstract = {Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis dan mendeskripsikan dimensi serta struktur tata kelola pola pendidikan di Asrama Tahfizh Al-Qur'an Putra (ATAP) Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak dan Pondok Pesantren An?Nur Ngrukem bagi santri penghafal Al-Qur?an; 2) menemukan kekhasan pola pendidikan di ATAP Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak dan Pondok Pesantren An-Nur Ngrukem dalam menumbuhkan resiliensi santri penghafal Al?Qur?an ; serta 3) merumuskan model teoretis pola pendidikan pesantren tahfizh Al?Qur?an yang ideal (Model Pesantren Resilien) dalam membangun ketangguhan santri secara sistematis dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multikasus eksploratif di ATAP Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak dan Pondok Pesantren An-Nur Ngrukem, Bantul, Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, focus group discussion (FGD), dan studi dokumentasi, kemudian divalidasi melalui triangulasi, prolonged engagement, dan member checking. Analisis data dilakukan melalui analisis kasus dan lintas kasus dengan tahapan analisis domain, taksonomi, komponensial, dan tema kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ATAP Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak dan Pondok Pesantren An-Nur Ngrukem membentuk resiliensi santri melalui sistem pendidikan yang terintegrasi; meskipun bercirikan sistemik?integratif dan spiritual-tradisional, keduanya sama-sama membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, humanis, dan berorientasi pada perkembangan santri; (2) kekhasan pola pendidikan kedua pesantren terletak pada kemampuannya mentransformasikan seluruh komponen pendidikan menjadi protective factors yang membentuk resiliensi santri; dan (3) penelitian ini menghasilkan ?Model Teoretis Pola Pendidikan Pesantren Resilien?, yaitu sistem pendidikan yang bekerja melalui lima mekanisme yang saling berkaitan dan berlangsung secara siklik, yaitu Adaptive Governance, Humanistic Care, Sanad-Based Learning Culture, Integrated Social-Spiritual Support System, dan Collaborative Resilience Ecosystem, sehingga menegaskan bahwa resiliensi santri merupakan educational outcome dari sistem pendidikan yang terintegrasi, bukan semata-mata kemampuan individual.}, url = {http://eprints.uny.ac.id/92295/} }