<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Seni Pertunjukan Dalam Acara Alek Nagari di Nagari Sintuk &#13;
Pariaman (Studi Etnografi Kajian Makna dan Nilai Pendidikan).</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Gustia</mods:namePart><mods:namePart type="family">Arini E</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Farida</mods:namePart><mods:namePart type="family">Hanum</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan mengungkap dan menafsirkan makna serta nilai-nilai &#13;
pendidikan dalam seni pertunjukan pada acara Alek Nagari di Nagari Sintuk &#13;
Pariaman. Seni pertunjukan dalam konteks ini dipahami bukan sekadar hiburan atau &#13;
ekspresi estetis, melainkan sebagai medium budaya yang merepresentasikan &#13;
religiusitas, adat, dan identitas kolektif masyarakat Minangkabau. Fokus penelitian &#13;
diarahkan pada makna simbolik yang terkandung dalam rangkaian pertunjukan, &#13;
nilai-nilai pendidikan yang hidup di dalamnya, serta relevansinya dalam kehidupan &#13;
sosial masyarakat. &#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi &#13;
Spradley untuk menangkap perspektif emik masyarakat, yang dipadukan dengan &#13;
hermeneutik Gadamer guna menafsirkan makna simbolik seni pertunjukan sebagai &#13;
teks budaya. Penelitian dilakukan di Nagari Sintuk Pariaman pada saat pelaksanaan &#13;
Alek Nagari, dengan subjek penelitian meliputi tuo tari, niniak mamak, alim ulama, &#13;
pemangku adat, dan masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, &#13;
wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta diuji keabsahannya melalui &#13;
triangulasi, perpanjangan pengamatan, dan diskusi sejawat, kemudian dianalisis &#13;
secara interaktif melalui tahapan pengumpulan, kondensasi, penyajian, dan &#13;
penarikan kesimpulan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni pertunjukan dalam Alek Nagari&#13;
memuat makna utama berupa penguatan prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak &#13;
Basandi Kitabullah, legitimasi otoritas adat, penghormatan terhadap leluhur, &#13;
penguatan harmoni sosial, dan peneguhan etika ketertiban. Kebaruan penelitian ini &#13;
terletak pada temuan nilai pendidikan yang teridentifikasi pada semua seni &#13;
pertunjukan yang terdapat dalam acara Alek Nagari yaitu mencakup nilai &#13;
pendidikan religius, moral, sosial, dan budaya. Temuan ini juga menegaskan bahwa &#13;
seni pertunjukan Alek Nagari berfungsi sebagai pedagogi hidup (living pedagogy)&#13;
yang membentuk karakter, memperkuat identitas budaya, dan menjaga &#13;
keberlanjutan kearifan lokal melalui pelibatan generasi muda, pewarisan norma &#13;
oleh tuo tari dan niniak mamak, pengawasan alim ulama dan pemangku adat, serta &#13;
pembiasaan gotong royong dan musyawarah. Dipertegas pula dengan cara &#13;
memaknai seni pertunjukan Alek Nagari sebagai satu kesatuan sistem budaya dan &#13;
pendidikan yang hidup, sehingga tidak hanya dibaca sebagai peristiwa adat atau &#13;
hiburan tradisional, tetapi sebagai mekanisme sosial yang secara nyata &#13;
mentransmisikan makna, nilai, dan karakter dalam kehidupan masyarakat</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Arts in general</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Seni Musik</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Seni Tari</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Media Pendidikan</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-07-15</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekolah Pascasarjana;Ilmu Pendidikan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>