@phdthesis{UNY92293, school = {Sekolah Pascasarjana}, author = {Gustia Arini E and Farida Hanum}, year = {2026}, month = {July}, title = {Seni Pertunjukan Dalam Acara Alek Nagari di Nagari Sintuk Pariaman (Studi Etnografi Kajian Makna dan Nilai Pendidikan).}, keywords = {Seni pertunjukan, Alek Nagari, Makna, Nilai-nilai pendidikan}, abstract = {Penelitian ini bertujuan mengungkap dan menafsirkan makna serta nilai-nilai pendidikan dalam seni pertunjukan pada acara Alek Nagari di Nagari Sintuk Pariaman. Seni pertunjukan dalam konteks ini dipahami bukan sekadar hiburan atau ekspresi estetis, melainkan sebagai medium budaya yang merepresentasikan religiusitas, adat, dan identitas kolektif masyarakat Minangkabau. Fokus penelitian diarahkan pada makna simbolik yang terkandung dalam rangkaian pertunjukan, nilai-nilai pendidikan yang hidup di dalamnya, serta relevansinya dalam kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi Spradley untuk menangkap perspektif emik masyarakat, yang dipadukan dengan hermeneutik Gadamer guna menafsirkan makna simbolik seni pertunjukan sebagai teks budaya. Penelitian dilakukan di Nagari Sintuk Pariaman pada saat pelaksanaan Alek Nagari, dengan subjek penelitian meliputi tuo tari, niniak mamak, alim ulama, pemangku adat, dan masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi, perpanjangan pengamatan, dan diskusi sejawat, kemudian dianalisis secara interaktif melalui tahapan pengumpulan, kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni pertunjukan dalam Alek Nagari memuat makna utama berupa penguatan prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, legitimasi otoritas adat, penghormatan terhadap leluhur, penguatan harmoni sosial, dan peneguhan etika ketertiban. Kebaruan penelitian ini terletak pada temuan nilai pendidikan yang teridentifikasi pada semua seni pertunjukan yang terdapat dalam acara Alek Nagari yaitu mencakup nilai pendidikan religius, moral, sosial, dan budaya. Temuan ini juga menegaskan bahwa seni pertunjukan Alek Nagari berfungsi sebagai pedagogi hidup (living pedagogy) yang membentuk karakter, memperkuat identitas budaya, dan menjaga keberlanjutan kearifan lokal melalui pelibatan generasi muda, pewarisan norma oleh tuo tari dan niniak mamak, pengawasan alim ulama dan pemangku adat, serta pembiasaan gotong royong dan musyawarah. Dipertegas pula dengan cara memaknai seni pertunjukan Alek Nagari sebagai satu kesatuan sistem budaya dan pendidikan yang hidup, sehingga tidak hanya dibaca sebagai peristiwa adat atau hiburan tradisional, tetapi sebagai mekanisme sosial yang secara nyata mentransmisikan makna, nilai, dan karakter dalam kehidupan masyarakat}, url = {http://eprints.uny.ac.id/92293/} }