<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pengembangan Instrumen Pengukuran Kemampuan Metakognisi Fisika Siswa SMA dan Analisis Faktor yang Mempengaruhi.</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Okta</mods:namePart><mods:namePart type="family">Alpindo</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Edi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Istiyono</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan konstruk instrumen pengukuran kemampuan metakognisi fisika siswa SMA, (2) memaparkan kualitas instrumen pengukuran pengetahuan metakognisi fisika siswa SMA yang dihasilkan, (3) memaparkan kualitas instrumen pengukuran regulasi metakognisi fisika siswa SMA yang dihasilkan, (4) menganalisis profil kemampuan metakognisi fisika siswa SMA, dan (5) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan metakognisi fisika siswa SMA.&#13;
Penelitian ini menggunakan desain penelitian campuran sekuensial eksplanatori yang diterapkan pada siswa SMA fase F. Pada tahap kuantitatif, penelitian berfokus pada pengembangan instrumen kemampuan metakognisi fisika serta analisis klaster. Teknik pengumpulan data kuantitatif menggunakan tes dan nontes, lalu dianalisis menggunakan perangkat lunak R. Selanjutnya, tahap kualitatif dilaksanakan melalui pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam semi-terstruktur. Teknik analisis data kualitatif dilakukan secara tematik menggunakan perangkat lunak Atlas.ti untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan metakognisi fisika siswa.&#13;
Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Instrumen tes kemampuan metakognisi fisika yang dikembangkan terdiri dari instrumen pengetahuan metakognisi fisika, dan instrumen regulasi metakognisi fisika, (2) instrumen pengukuran kemampuan metakognisi fisika yang dikembangkan telah terbukti valid dan memenuhi estimasi reliabilitas, (3) instrumen tes pengetahuan metakognisi fisika yang dikembangkan memiliki butir yang fit dengan model Partial Credit Model (PCM) dan instrumen nontes regulasi metakognisi fisika yang dikembangkan fit dengan model Graded Response Model (GRM), (4) berdasarkan analisis klaster menggunakan data hasil pengukuran pengetahuan metakognisi fisika dan regulasi metakognisi fisika menunjukan bahwa 47,83% siswa berada pada klaster metakognisi fisika tinggi dan 52,17% siswa berada pada klaster metakognisi fisika rendah, (5) siswa dengan metakognisi tinggi dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang baik Faktor internal terdiri dari kemampuan perencanaan, strategi siswa menyelesaikan permasalahan, monitoring pekerjaan dan evaluasi diri. Sementara faktor internal terdiri dari dukungan keluarga, teman, dan guru, lingkungan belajar, dan sumber belajar.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Pendidikan Menengah</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Fisika</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Evaluasi Pendidikan</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-22</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekolah Pascasarjana;Penelitian dan Evaluasi Pendidikan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>