<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Model Penilaian Kemampuan Bahasa Inggris berkonteks Cultural Insight in &#13;
English (CIE) Siswa SMK di Yogyakarta.</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Rezkilaturahmi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Rezkilaturahmi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Heri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Retnawati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Meningkatnya kebutuhan akan lulusan SMK yang mampu menggunakan bahasa &#13;
Inggris dalam konteks pariwisata secara nyata menunjukkan pentingnya pengembangan &#13;
penilaian yang lebih kontekstual dan berbasis kompetensi. Namun, praktik penilaian saat ini &#13;
cenderung berfokus pada aspek kognitif dan pengetahuan bahasa umum, dengan integrasi &#13;
terbatas dari unsur budaya dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk; (a) Mengembangkan &#13;
model penilaian kemampuan bahasa Inggris dengan konteks Cultural Insight in English (CIE)&#13;
dengan mengintegrasikan unsur budaya Yogyakarta seperti destinasi wisata lokal, nilai-nilai &#13;
tradisional, ungkapan hospitality, kearifan lokal, dan komunikasi wisata antarkultural; (b)&#13;
Menguji kualitas model penilaian kemampuan bahasa Inggris dengan konteks Cultural Insight &#13;
in English (CIE); dan (c) Menganalisis hasil pengukuran kemampuan bahasa Inggris siswa &#13;
dalam konteks Cultural Insight in English (CIE).&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development (R&amp;D) dengan &#13;
tahapan pengembangan ADDIE, meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan &#13;
evaluasi. Sample penelitian ini melibatkan siswa SMK jurusan pariwisata di Yogyakarta, yang &#13;
dipilih karena konteks pariwisata di wilayah tersebut telah merepresentasikan penggunaan &#13;
bahasa Inggris dalam situasi nyata secara autentik. Tugas penilaian mengintegrasikan konteks &#13;
pariwisata lokal, seperti landmark bersejarah Yogyakarta, seni kuliner tradisional, dan adat &#13;
istiadat setempat (misalnya, Borobudur, Bakpia, dan Gudeg), memastikan kontennya familiar &#13;
namun mudah diakses secara linguistik untuk tingkat kemampuan yang lebih rendah. Instrumen &#13;
penilaian dikembangkan dan diuji melalui beberapa tahap, yaitu validasi isi oleh 7 expert &#13;
judgment dengan analisis indeks Aiken’V, uji coba skala terbatas menggunakan Classical Test &#13;
Theory (CTT), serta uji coba skala luas menggunakan Item Response Theory (IRT). Analisis &#13;
IRT dilakukan dengan membandingkan beberapa model, yaitu Partial Credit Model (PCM), &#13;
Generalized Partial Credit Model (GPCM), dan Graded Response Model (GRM) dan pengujian &#13;
asumsi unidimensionalitas, kecocokan model global, kecocokan butir (item fit), dan kurva &#13;
karakteristik butir (ICC).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) model penilaian kemampuan bahasa Inggris &#13;
dalam konteks Cultural Insight in English (CIE) dikonstruksikan sebagai model yang &#13;
merepresentasikan kemampuan bahasa Inggris kontekstual siswa SMK bidang keahlian &#13;
pariwisata. Selanjutnya, (b) nilai Aiken’s V yang melibatkan 7 expert judgment menunjukkan &#13;
kriteria validitas (V ≥ 0,60), sedangkan 8 butir dinyatakan tidak valid dan tidak dapat &#13;
digunakan. Hasil Confirmatory Factor Analysis (CFA) unidimensional menunjukkan adanya &#13;
satu faktor yang merepresentasikan konstruk CIE, yang diperkuat oleh pola elbow. Uji &#13;
reliabilitas menghasilkan koefisien Cronbach’s Alpha sebesar 0,797 yang menunjukkan &#13;
konsistensi internal tinggi. Analisis Classical Test Theory (CTT) menunjukkan bahwa sebagian &#13;
besar butir berada pada tingkat kesukaran sedang dengan daya pembeda cukup hingga sangat &#13;
baik. Selanjutnya, (c) analisis Item Response Theory (IRT) menggunakan Graded Response &#13;
Model (GRM) menunjukkan kecocokan model yang sangat baik (RMSEA = 0,039; SRMSR = &#13;
0,063; TLI = 0,930; CFI = 0,941). Dengan demikian, instrumen penilaian kemampuan bahasa &#13;
Inggris dalam konteks Cultural Insight in English (CIE) dinyatakan valid, reliabel, dan sangat &#13;
layak diterapkan untuk mendukung pembelajaran tindak lanjut bagi siswa SMK jurusan &#13;
pariwisata di Yogyakarta.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Pendidikan Kejuruan</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Bahasa dan Sastra Inggris</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Evaluasi Pendidikan</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-30</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekolah Pascasarjana;Penelitian dan Evaluasi Pendidikan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>