%0 Thesis %9 S3 %A Rezkilaturahmi, Rezkilaturahmi %A Retnawati, Heri %B Penelitian dan Evaluasi Pendidikan %D 2026 %F UNY:91823 %I Sekolah Pascasarjana %K pengukuran, kemampuan bahasa Inggris, cultural insight in english, sekolah menengah kejuruan, parawisata %T Model Penilaian Kemampuan Bahasa Inggris berkonteks Cultural Insight in English (CIE) Siswa SMK di Yogyakarta. %U http://eprints.uny.ac.id/91823/ %X Meningkatnya kebutuhan akan lulusan SMK yang mampu menggunakan bahasa Inggris dalam konteks pariwisata secara nyata menunjukkan pentingnya pengembangan penilaian yang lebih kontekstual dan berbasis kompetensi. Namun, praktik penilaian saat ini cenderung berfokus pada aspek kognitif dan pengetahuan bahasa umum, dengan integrasi terbatas dari unsur budaya dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk; (a) Mengembangkan model penilaian kemampuan bahasa Inggris dengan konteks Cultural Insight in English (CIE) dengan mengintegrasikan unsur budaya Yogyakarta seperti destinasi wisata lokal, nilai-nilai tradisional, ungkapan hospitality, kearifan lokal, dan komunikasi wisata antarkultural; (b) Menguji kualitas model penilaian kemampuan bahasa Inggris dengan konteks Cultural Insight in English (CIE); dan (c) Menganalisis hasil pengukuran kemampuan bahasa Inggris siswa dalam konteks Cultural Insight in English (CIE). Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development (R&D) dengan tahapan pengembangan ADDIE, meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Sample penelitian ini melibatkan siswa SMK jurusan pariwisata di Yogyakarta, yang dipilih karena konteks pariwisata di wilayah tersebut telah merepresentasikan penggunaan bahasa Inggris dalam situasi nyata secara autentik. Tugas penilaian mengintegrasikan konteks pariwisata lokal, seperti landmark bersejarah Yogyakarta, seni kuliner tradisional, dan adat istiadat setempat (misalnya, Borobudur, Bakpia, dan Gudeg), memastikan kontennya familiar namun mudah diakses secara linguistik untuk tingkat kemampuan yang lebih rendah. Instrumen penilaian dikembangkan dan diuji melalui beberapa tahap, yaitu validasi isi oleh 7 expert judgment dengan analisis indeks Aiken’V, uji coba skala terbatas menggunakan Classical Test Theory (CTT), serta uji coba skala luas menggunakan Item Response Theory (IRT). Analisis IRT dilakukan dengan membandingkan beberapa model, yaitu Partial Credit Model (PCM), Generalized Partial Credit Model (GPCM), dan Graded Response Model (GRM) dan pengujian asumsi unidimensionalitas, kecocokan model global, kecocokan butir (item fit), dan kurva karakteristik butir (ICC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) model penilaian kemampuan bahasa Inggris dalam konteks Cultural Insight in English (CIE) dikonstruksikan sebagai model yang merepresentasikan kemampuan bahasa Inggris kontekstual siswa SMK bidang keahlian pariwisata. Selanjutnya, (b) nilai Aiken’s V yang melibatkan 7 expert judgment menunjukkan kriteria validitas (V ≥ 0,60), sedangkan 8 butir dinyatakan tidak valid dan tidak dapat digunakan. Hasil Confirmatory Factor Analysis (CFA) unidimensional menunjukkan adanya satu faktor yang merepresentasikan konstruk CIE, yang diperkuat oleh pola elbow. Uji reliabilitas menghasilkan koefisien Cronbach’s Alpha sebesar 0,797 yang menunjukkan konsistensi internal tinggi. Analisis Classical Test Theory (CTT) menunjukkan bahwa sebagian besar butir berada pada tingkat kesukaran sedang dengan daya pembeda cukup hingga sangat baik. Selanjutnya, (c) analisis Item Response Theory (IRT) menggunakan Graded Response Model (GRM) menunjukkan kecocokan model yang sangat baik (RMSEA = 0,039; SRMSR = 0,063; TLI = 0,930; CFI = 0,941). Dengan demikian, instrumen penilaian kemampuan bahasa Inggris dalam konteks Cultural Insight in English (CIE) dinyatakan valid, reliabel, dan sangat layak diterapkan untuk mendukung pembelajaran tindak lanjut bagi siswa SMK jurusan pariwisata di Yogyakarta.