<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Implementasi Kurikulum Merdeka Program Link And Match &#13;
8+i SMK Swasta Yang Terpilih Sebagai SMK Pusat Keunggulan.</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ardianto</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sigit</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Mochamad Bruri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Triyono</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengevaluasi &#13;
implementasi program link and match 8+i pada Kurikulum Merdeka di SMK &#13;
Swasta yang terpilih sebagai SMK Pusat Keunggulan, serta mengidentifikasi &#13;
faktor pendukung dan penghambatnya. &#13;
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi &#13;
kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, &#13;
dan studi dokumentasi. Sumber data dari penelitian ini adalah wakil kepala &#13;
sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah bidang humas, dan ketua jurusan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program link and &#13;
match 8+i di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan telah berjalan efektif melalui (1) &#13;
sinkronisasi kurikulum, (2) pembelajaran berbasis proyek (PBL), (3) penerapan &#13;
guru praktisi, (4) PKL selama enam bulan, (5) pelaksanaan sertifikasi siswa dan &#13;
guru, (6) paltihan guru produktif, (7) Teaching Factory (Tefa), (8) keterserapan &#13;
lulusan. Temuan menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi hard skill&#13;
dan soft skill siswa, yang berdampak positif pada keterserapan lulusan di industri &#13;
tempat praktik kerja lapangan (PKL). Evaluasi program dilakukan secara berkala &#13;
setiap akhir tahun pelajaran dengan melibatkan pihak manajemen sekolah dan &#13;
masukan dari industri mitra. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa &#13;
hambatan utama, antara lain keterbatasan sarana prasarana yang belum standar &#13;
industri, kurangnya pengimbasan pelatihan guru produktif, serta koordinasi &#13;
komunikasi yang belum optimal dengan pihak eksternal. Faktor pendukung utama &#13;
adalah komitmen kepemimpinan sekolah dan motivasi siswa yang tinggi. &#13;
Penelitian ini merekomendasikan perlunya inisiatif komunikasi yang lebih &#13;
proaktif terhadap industri, penguatan program magang guru, dan standarisasi &#13;
fasilitas praktik guna menjamin keberlanjutan kualitas lulusan yang relevan &#13;
dengan kebutuhan dunia kerja.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Pendidikan Kejuruan</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Kurikulum dan Teknologi Pendidikan</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-03</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekolah Pascasarjana;Pendidikan Teknologi dan Kejuruan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>