%0 Thesis %9 S2 %A Jati, Arga Kuncoro %A Pratama, Galeh Nur Indriatno Putra %B Pendidikan Teknologi dan Kejuruan %D 2026 %F UNY:91777 %I Sekolah Pascasarjana %K virtual reality, excavator, kompetensi, keselamatan kerja %T Pengaruh Virtual Reality Maintenance Small Excavator Terhadap Kompetensi dan Aspek Keselamatan Kerja Calon Mekanik Alat Berat. %U http://eprints.uny.ac.id/91777/ %X Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh virtual reality maintenance small excavator terhadap kompetensi dan aspek keselamatan kerja (safety awareness) calon mekanik alat berat. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan model pretest- posttest control group di UT School Jakarta untuk menguji pengaruh pelatihan virtual reality terhadap kompetensi dan aspek keselamatan kerja (safety awareness) calon mekanik alat berat. Sebanyak 60 siswa dibagi menjadi kelompok eksperimen (VR) dan kontrol (konvensional). Data dikumpulkan melalui pretest-posttest, observasi praktik, dan kuesioner. Instrumen disusun berdasarkan OMM Komatsu PC210-10, checksheet QA10 PT United Tractors, serta teori HBM dan TPB. Validitas diuji melalui uji ahli dan analisis butir, sedangkan reliabilitas menghasilkan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,988. Analisis data dilakukan secara kuantitatif menggunakan uji normalitas, homogenitas, independent t-test, dan N- Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan kompetensi yang signifikan dengan rata-rata posttest 86,40, lebih tinggi dibanding kelompok kontrol 79,47, dan uji-t menunjukkan t hitung = -6,116 > t tabel ±2,000 (p < 0,05). Pada aspek keselamatan kerja, peningkatan juga signifikan dengan selisih rata-rata -24,700 dan t hitung = -24,417 > t tabel ±2,000 (p < 0,05). N-Gain kelompok eksperimen mencapai 0,73 (kategori tinggi), sedangkan kelompok kontrol 0,58 (kategori sedang). Temuan ini membuktikan bahwa pelatihan virtual reality maintenance small excavator efektif meningkatkan kompetensi dan aspek keselamatan kerja (safety awareness), serta relevan dengan kebutuhan industri 4.0 sebagai strategi pelatihan vokasi yang holistik dan inovatif.