<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pengaruh Latihan Dryland, Konvensional Terhadap Kecepatan Renang dan Teknik Dasar Gaya Kupu-Kupu Atlet KU 3</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Livoli Haifa Elips</mods:namePart><mods:namePart type="family">Prativi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan dryland dan latihan konvensional terhadap kecepatan renang serta teknik dasar gaya kupu-kupu pada atlet KU 3. Penelitian ini dilatarbelakangi belum maksimalnya penerapan latihan dryland beberapa klub renang di Daerah Istimewa Yogyakarta, yang masih lebih menitikberatkan pada latihan di dalam air. &#13;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan desain two-group pretest-posttest. Melibatkan dua kelompok atlet, kelompok pertama menjalani perlakuan berupa latihan dryland, sedangkan kelompok kedua menjalani latihan konvensional di dalam air. Populasi 100 atlet dengan ketentuan purposive sampling sebagai berikut: a) atlet dengan usia 12-13 tahun, b) atlet yang masih aktif berlatih, c) atlet yang memiliki keterampilan berenang gaya kupu-kupu, didapatkan sampel berjumlah 16 atlet. Analisis yang digunakan yaitu statistik dekriptif, menggunakan teknik analisis data statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, uji paired sampel t-test, independent sampel t-test. Pendekatan ini dipilih untuk melihat perbedaan hasil sebelum dan sesudah pemberian perlakuan, sehingga efektivitas latihan dapat diukur secara lebih akurat. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan dryland dan konvensional memiliki pengaruh dalam meningkatkan kecepatan renang gaya kupu-kupu. Latihan dryland dan konvensional berkontribusi dalam peningkatan teknik dasar gaya kupu-kupu. Efektivitas antara kedua metode menunjukkan bahwa latihan dryland lebih efektif dalam meningkatkan kecepatan renang dibandingkan metode konvensional.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Kepelatihan</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-04-23</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan;Pendidikan Kepelatihan Olahraga</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>