<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Model Pembelajaran Technopreneurship Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Berbasis Cloud Computing (Tech2C).</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Afis</mods:namePart><mods:namePart type="family">Pratama</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Sutarto</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sutarto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan mengembangkan Model Pembelajaran Technopreneurship Bidang TIK Berbasis Cloud Computing (Tech2C) yang valid, praktis, dan efektif. Model ini dikembangkan untuk mengatasi kesenjangan kompetensi yang menyebabkan tingginya pengangguran lulusan TIK (lebih dari 400.000 per tahun), dengan fokus menghasilkan job creators daripada job seekers. Model T ech2C merupakan integrasi dari kerangka Project-Based Technopreneurship (Elfizon, 2021) dan metodologi Design Thinking (Thoring &amp; Müller, 2011), dengan implementasi berbasis teknologi Cloud Computing sebagai infrastruktur pembelajaran.&#13;
Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&amp;D), yang memodifikasi langkah-langkah prosedural dari Borg &amp; Gall (1983). Proses pengembangan model melibatkan gabungan beberapa metode, termasuk studi pustaka dan survei pada tahap studi pendahuluan, perumusan model tentatif, dan pengembangan produk awal. Model tentatif ini selanjutnya diuji validitas ahli (expert judgement) menggunakan teknik Delphi, melibatkan empat pakar dari multidisiplin ilmu. Tahapan berikutnya adalah Uji Coba Lapangan Terbatas yang melibatkan 25 mahasiswa dan 4 dosen pengampu, diikuti Uji Coba Lapangan Diperluas dengan melibatkan 60 mahasiswa dan 6 dosen bidang TIK. Pengujian lapangan dilakukan dengan memberikan tes untuk mengukur dampak pembelajaran, serta angket untuk mengukur persepsi mahasiswa.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model dinyatakan valid, praktis, dan efektif. Uji V aliditas Ahli membuktikan model ini sangat layak untuk diimplementasikan, dengan skor validitas model mencapai 89%, RPS mencapai 90%, dan buku panduan mencapai 87%. Uji Coba Lapangan mengonfirmasi tingkat kepraktisan yang sangat baik berdasarkan persepsi pengguna, dengan persepsi Aspek Instruksional Model sebesar 92%, dan Aspek Tampilan Produk Model sebesar 95%. Model ini terbukti efektif untuk digunakan, ditunjukkan oleh hasil uji coba keefektifan dengan capaian rata-rata keseluruhan 82%. Capaian tertinggi terjadi pada aspek afektif (84%), yang mengindikasikan keberhasilan model dalam menumbuhkan motivasi dan sikap positif wirausaha mahasiswa, diikuti oleh aspek psikomotorik (82%), yang menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan praktis mahasiswa. Hasil analisis PLS-SEM menunjukkan bahwa variabel kualitas instruksional, kualitas materi, interaktivitas, fleksibilitas, dan kualitas evaluasi berpengaruh signifikan terhadap aspek kognitif, afektif, dan psikomotor mahasiswa.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Pendidikan Kejuruan</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Teknologi Informasi</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Business and Management</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-20</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekolah Pascasarjana;Pendidikan Teknologi dan Kejuruan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>