<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Transformasi Kapabilitas BUMDes dan UMKM Menuju Pengembangan&#13;
Edutourism di Kabupaten Pacitan.</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Wiji</mods:namePart><mods:namePart type="family">Nurastuti</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Siswantoyo</mods:namePart><mods:namePart type="family">Siswantoyo</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk: (1) merancang strategi transformasi kapabilitas&#13;
kelembagaan dan kewirausahaan BUMDes dan UMKM di Kabupaten Pacitan untuk&#13;
mendukung pengembangan edutourism berbasis potensi lokal, serta (2)&#13;
mengimplementasikan strategi transformasi terhadap penguatan kapabilitas BUMDes dan&#13;
UMKM dalam pengembangan edutourism di Kabupaten Pacitan.&#13;
Desain penelitian menggunakan action research dengan pendekatan mixed methods&#13;
sequential explanatory. Sampel kuantitatif mencakup 170 pengelola BUMDes dan 30 pelaku&#13;
UMKM, sedangkan informan kualitatif berjumlah 11 orang dari unsur pelaku dan pemangku&#13;
kepentingan terkait. Pengumpulan data dilakukan melalui tes, wawancara, observasi, dan&#13;
dokumentasi. Analisis kuantitatif mencakup uji Shapiro-Wilk, paired t-test, dan Wilcoxon&#13;
Rank Test menggunakan program R, sedangkan analisis kualitatif menggunakan teknik Miles&#13;
and Huberman dengan bantuan NVivo 12. Validasi data dilakukan melalui triangulasi,&#13;
member checking, dan audit trail.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi transformasi kapabilitas dilakukan&#13;
melalui pelatihan, pendampingan, kurasi, dan sertifikasi yang disusun berdasarkan potensi&#13;
lokal dan kebutuhan wisata edukatif. Pelatihan terbukti meningkatkan pengetahuan dasar,&#13;
sementara pendampingan memiliki pengaruh lebih besar terhadap keterampilan aplikatif dan&#13;
kesiapan implementasi. Berdasarkan temuan tersebut, dikembangkan Model Pelatihan&#13;
CBT-Triple Helix, yaitu pelatihan berbasis komunitas dengan kolaborasi antara akademisi,&#13;
pemerintah, dan pelaku usaha. Model ini dinilai mampu menjawab kebutuhan transformasi&#13;
secara kontekstual, membangun ekosistem edutourism yang terarah, dan mendukung&#13;
keberlanjutan pengembangan usaha lokal. Luaran strategis dari penelitian ini mencakup tiga&#13;
produk utama, yaitu: (1) Buku Panduan Edutourism sebagai acuan praktik di lapangan, (2)&#13;
Buku Pondasi Bisnis Digital untuk penguatan kewirausahaan lokal, dan (3) Model Pelatihan&#13;
CBT-Triple Helix sebagai kerangka pelatihan yang teruji. Ketiga luaran ini telah melalui&#13;
validitas isi dan konstruk melalui expert judgment sejumlah 4 rater dan dianalisis&#13;
menggunakan V Aiken’s.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Business and Management</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Tourism and Hospitality</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Vocational</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-11-05</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekolah Pascasarjana;Pendidikan Teknologi dan Kejuruan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>