<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Evaluasi Pembelajaran Renang pada Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di Sekolah Menengah Pertama se Kota Tarakan</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Muhamad</mods:namePart><mods:namePart type="family">Zaenuri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kota Tarakan sebagai wilayah kepulauan dengan aktivitas maritim tinggi memiliki risiko kecelakaan air yang signifikan, namun keterampilan berenang peserta didik masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengevaluasi konteks pembelajaran renang dalam kurikulum PJOK, (2) menilai kesiapan input (guru, fasilitas, biaya), (3) menganalisis proses pelaksanaan pembelajaran, dan (4) mengukur hasil pembelajaran terkait keterampilan dan keselamatan peserta didik.&#13;
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model evaluasi Context, Input, Process, Product (CIPP). Sumber data meliputi kepala sekolah (4 orang), guru PJOK (4 orang), dan peserta didik (16 orang) dari empat SMP di Kota Tarakan. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara semiterstruktur, lembar observasi, dan analisis dokumen kurikulum. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif dengan teknik cost and benefit analysis untuk mengidentifikasi kesesuaian program dengan kebutuhan. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konteks pembelajaran renang telah sesuai dengan kurikulum, namun fasilitas kolam renang bergantung pada fasilitas umum yang aksesnya terbatas. Proses pembelajaran sesuai RPP, tetapi waktu praktik (2 kali/semester) tidak memadai untuk menguasai keterampilan. Hasil evaluasi produk mengindikasikan pemahaman teori keselamatan air yang baik, tetapi kemampuan praktik renang masih rendah. Rekomendasi: (1) Peningkatan frekuensi praktik renang, (2) kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk penyediaan kolam renang sekolah, dan (3) pelatihan guru dalam metode pengajaran adaptif untuk peserta didik pemula.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-04-16</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan;Pendidikan Jasmani</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>