<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>OPTIMISME TERHADAP PERNIKAHAN PADA PASANGAN&#13;
GENERASI Z YANG BARU MENIKAH</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ali</mods:namePart><mods:namePart type="family">Murtado</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Optimisme merupakan fondasi dalam pernikahan jangka panjang, tanpa&#13;
adanya optimisme yang tinggi, sebuah hubungan pernikahan hanyalah angan-angan&#13;
dan janji diatas kertas tanpa arti apapun. Kajian ini bertujuan untuk Mengeksplorasi&#13;
bagaimana pasangan generasi Z yang baru menikah memaknai optimisme terhadap&#13;
pernikahan, meliputi aktivitas penafsirkan tantangan, mengeksplorasi sumber-&#13;
sumber pendukung, serta bagaimana upaya untuk menjaga optimisme dalam&#13;
kehidupan pernikahan pada pasangan generasi Z yang baru menikah.&#13;
Pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi diterapkan untuk&#13;
mengeksplorasi secara mendalam fenomena optimisme terhadap pernikahan pada&#13;
pasangan generasi Z yang baru menikah. Penelitian dilakukan di Kota Yogyakarta,&#13;
melibatkan tiga pasangan generasi Z. Sumber data diperoleh melalui wawancara&#13;
bersama informan. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi &amp;&#13;
wawancara mendalam semi-terstruktur, dengan pedoman wawancara &amp;&#13;
dokumentasi. Analisis data menggunakan sistem Interpretative Phenomenological&#13;
Analysis (IPA).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan makna optimisme pernikahan pada generasi&#13;
Z yang baru menikah meliputi; keyakinan akan pernikahan untuk selamanya, tujuan&#13;
bersama, usaha nyata, kesiapan emosional. Keyakinan yang membentuk optimisme&#13;
pernikahan pada generasi Z yang baru menikah meliputi; mutual responsiviness,&#13;
model relasional &amp; kualitas personal pasangan. Generasi memaknai tantangan&#13;
pernikahan sebagai bentuk; pendewasaan relasional dan pemulihan emosional.&#13;
Strategi pasangan generasi Z yang baru menikah untuk menjaga optimisme&#13;
pernikahan meliputi; intimasi rutin, upaya proaktif &amp; komunikasi terbuka. Faktor&#13;
yang mendukung optimisme pernikahan pada pasangan generasi Z yang baru&#13;
menikah meliputi; dukungan relasional, visi afektif &amp; penguatan dyadik. Simpulan&#13;
menunjukkan bahwa optimisme pernikahan pada pasangan generasi Z yang baru&#13;
menikah cenderung kompleks karena adanya berbagai temuan baru dalam variabel&#13;
optimisme. Saran dari penelitian ini merujuk pada generasi Z yang belum menikah,&#13;
pasangan generasi Z yang baru menikah serta instansi pernikahan untuk&#13;
memperkaya pemahaman, edukasi serta aktivitas pendukung untuk&#13;
menginternalisasi tentang pentingnya optimisme pernikahan pada generasi Z &amp;&#13;
masyarakat lebih luas.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Psikologi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Fakultas Psikologi;Psikologi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>