<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PREDIKTOR COMMON DYADIC COPING TERHADAP MARITAL&#13;
FLOURISHING DENGAN COUPLE IDENTITY CLARITY SEBAGAI MEDIATOR&#13;
PADA PASANGAN SUAMI ISTRI</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Hadina Pramesti Diba</mods:namePart><mods:namePart type="family">Susilowati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pernikahan yang berkembang atau disebut dengan marital flourishing merupakan fondasi&#13;
utama dalam dinamika keluarga. Namun, tantangan seperti stres diadik dan ketegangan&#13;
peran antara konsep tradisional kanca wingking dengan idealisme sigaring nyawa sering&#13;
kali mengancam stabilitas relasi suami istri. Oleh karena itu, pemahaman mengenai faktor-&#13;
faktor yang memengaruhi marital flourishing, khususnya common dyadic coping dan&#13;
couple identity clarity, menjadi sangat penting dalam upaya membangun hubungan yang&#13;
harmonis dalam konteks sosiokultural masyarakat Jawa. Penelitian ini bertujuan&#13;
menganalisis prediktor common dyadic coping terhadap marital flourishing dengan couple&#13;
identity clarity sebagai variabel mediator.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Dengan ukuran&#13;
sampel 104 pasangan suami istri (208 individu) yang ditentukan melalui kriteria inklusi&#13;
durasi pernikahan minimal 5 tahun dan berdomisili di wilayah Jawa Tengah, DIY, serta&#13;
Jawa Timur untuk merepresentasikan identitas budaya Jawa. Instrumen yang digunakan&#13;
meliputi Dyadic Coping Inventory (α = 0,718), Couple Identity Clarity Scale (α = 0,780),&#13;
dan Relationship Flourishing Scale (α = 0,864). Analisis data dilakukan melalui uji&#13;
kesepakatan pasangan (Intraclass Correlation Coefficient), uji asumsi, serta uji hipotesis&#13;
menggunakan analisis jalur (path analysis) melalui aplikasi JAMOVI v. 2.6.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model mediasi parsial terdukung secara signifikan.&#13;
Kontribusi efek langsung common dyadic coping terhadap marital flourishing ditemukan&#13;
sebesar 66,2%, sedangkan efek tidak langsung melalui mediator couple identity clarity&#13;
adalah sebesar 33,8%. Temuan ini mengonfirmasi bahwa meskipun common dyadic coping&#13;
memiliki prediktor langsung yang kuat terhadap marital flourishing, keberadaan couple&#13;
identity clarity sebagai mediator tetap berprediktor dalam pencapaian identitas kolektif&#13;
(we-ness) yang secara signifikan meningkatkan capaian marital flourishing.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Psikologi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Fakultas Psikologi;Psikologi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>