<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Duka dan Harapan pada Ibu yang Kehilangan&#13;
Anak Pertama : Studi Fenomenologi</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Sindi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sariani</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kehilangan anak pertama merupakan pengalaman traumatis yang&#13;
menimbulkan dampak yang mendalam pada aspek emosional, psikologis, dan&#13;
sosial seorang ibu. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk&#13;
memahami bagaimana proses duka terbentuk dan dialami secara subjektif,&#13;
sekaligus bagaimana harapan dapat muncul setelah peristiwa kehilangan. Tujuan&#13;
penelitian ini adalah menggali secara mendalam dinamika duka dan harapan&#13;
pada ibu yang kehilangan anak pertama melalui pendekatan fenomenologi.&#13;
Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis fenomenologi.&#13;
Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah, dengan&#13;
melibatkan empat partisipan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan&#13;
melalui wawancara mendalam dan divalidasi menggunakan triangulasi serta&#13;
member checking. Analisis data dengan interpretatvive phenomenological&#13;
analysis (IPA).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses duka bersifat dinamis dan&#13;
multidimensional, berlangsung melalui fase-fase emosional seperti&#13;
penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan. Dukungan&#13;
sosial, spiritualitas, dan rutinitas harian berperan penting dalam membantu ibu&#13;
menjalani proses tersebut. Selain itu, harapan terbentuk melalui pathways&#13;
thinking dan agency thinking, yang memungkinkan ibu menata kembali tujuan&#13;
hidup, menjalankan peran dalam keluarga, serta menemukan makna baru setelah&#13;
kehilangan. Temuan ini menegaskan bahwa interaksi antara duka dan harapan&#13;
merupakan aspek penting dalam membangun ketahanan psikologis ibu yang&#13;
mengalami kehilangan anak.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Psikologi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Fakultas Psikologi;Psikologi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>