<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>KEPUASAN PERNIKAHAN DITINJAU DARI PERSEPSI KEADILAN&#13;
PEMBAGIAN BEBAN KERJA RUMAH TANGGA DENGAN PERCEIVED&#13;
MATTERING SEBAGAI MEDIATOR</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">DEASSY MARLIA</mods:namePart><mods:namePart type="family">DESTIANI</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Fenomena yang ditemukan dalam konteks rumah tangga menunjukkan bahwa&#13;
sebagian istri mengalami kelelahan emosional karena beban kerja rumah tangga yang tidak&#13;
seimbang. Hal ini memengaruhi penilaian terhadap kualitas hubungan pernikahan.&#13;
Ketidakadilan dalam pembagian beban kerja rumah tangga tidak hanya menjadi isu&#13;
perilaku, tetapi juga menyentuh aspek psikologis terkait rasa dihargai, diperhatikan, dan&#13;
dianggap penting dalam relasi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menguji pengaruh&#13;
persepsi keadilan pembagian beban kerja rumah tangga terhadap kepuasan pernikahan; (2)&#13;
menguji pengaruh persepsi keadilan terhadap perceived mattering; (3) menguji pengaruh&#13;
perceived mattering terhadap kepuasan pernikahan; dan (4) membuktikan peran perceived&#13;
mattering sebagai mediator dalam hubungan antara persepsi keadilan dan kepuasan&#13;
pernikahan.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei dan&#13;
Simple Mediation Model. Subjek penelitian berjumlah 208 istri dengan usia pernikahan 5&#13;
hingga 30 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data&#13;
menggunakan tiga skala yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia dan teruji&#13;
validitas serta reliabilitasnya, yaitu ENRICH Marital Satisfaction Scale, Perceived&#13;
Fairness of Division of Household Chores Scale, dan Mattering to Romantic Others&#13;
Questionnaire. Hasil uji validitas isi menunjukkan kriteria sangat tinggi (Vi = 0.88–1.00)&#13;
dan reliabilitas skala berada pada kategori sangat memuaskan (α = 0.870–0.957). Analisis&#13;
data dilakukan menggunakan Jamovi versi 2.6 dengan Modul Mediation Analysis melalui&#13;
prosedur bootstrapping 5000 resampling.&#13;
Hasil analisis membuktikan: (1) Persepsi keadilan berpengaruh positif signifikan&#13;
terhadap kepuasan pernikahan (B=0.612; p=0.001); (2) Persepsi keadilan memiliki&#13;
pengaruh positif signifikan terhadap perceived mattering (B=2.615; p&lt;0.001); (3)&#13;
Perceived mattering berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pernikahan&#13;
(B=0.661); dan (4) Perceived mattering terbukti berperan sebagai mediator parsial yang&#13;
dominan. Artinya mediator tidak sepenuhnya menghilangkan pengaruh langsung antara&#13;
persepsi keadilan dan kepuasan pernikahan, namun memperkuat hubungan tersebut secara&#13;
substansial. Analisis efek mediasi menunjukkan bahwa pengaruh tidak langsung (indirect&#13;
effect) memberikan kontribusi sebesar 73,8% terhadap total pengaruh, jauh melampaui&#13;
pengaruh langsung (direct effect) yang hanya sebesar 26,2%. Secara simultan, model ini&#13;
memiliki kekuatan prediksi yang tinggi (R² = 0.703). Hal ini membuktikan bahwa 70,3%&#13;
variasi kepuasan pernikahan istri ditentukan oleh sinergi antara persepsi keadilan dan&#13;
perceived mattering. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar intervensi pernikahan&#13;
difokuskan pada penguatan rasa kebermaknaan (mattering) antar pasangan serta rutin&#13;
memberikan apresiasi guna memupuk kepuasan jangka panjang dalam pernikahan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Psikologi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Fakultas Psikologi;Psikologi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>