<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>TRANSMISI NILAI-NILAI MORAL DARI IBU KEPADA ANAK&#13;
BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNADAKSA DALAM AKTIVITAS&#13;
PENGASUHAN</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Muhammad Sani</mods:namePart><mods:namePart type="family">Roehan</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Fenomena kemerosotan moralitas di era modern ditandai dengan&#13;
meningkatnya kejahatan, kekerasan dan isolasi sosial akibat pengaruh teknologi&#13;
digital, globalisasi budaya, serta kebutaan moral individu, telah mengancam&#13;
pembentukan karakter generasi muda, khususnya ABK tunadaksa. ABK tunadaksa&#13;
sering kali menghadapi stigma diskriminatif dan kurangnya akses pendidikan inklusif,&#13;
yang memperburuk kesulitan dalam memahami norma sosial dan mengembangkan&#13;
empati, kejujuran, serta tanggung jawab. Kondisi ini menuntut peran aktif ibu sebagai&#13;
pengasuh primer dalam mentransmisikan nilai moral melalui interaksi sehari-hari,&#13;
guna mencegah generasi ini terjebak dalam siklus penyimpangan etis. Penelitian ini&#13;
bertujuan mengidentifikasi strategi pengasuhan ibu dalam mentransmisikan nilai&#13;
moral ABK tunadaksa, serta menganalisis faktor keberhasilan dan hambatan yang&#13;
memengaruhi proses tersebut.&#13;
Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multiple case study diterapkan&#13;
untuk mengeksplorasi fenomena transmisi nilai moral secara mendalam. Penelitian&#13;
dilakukan di empat sekolah luar biasa di Banyumas, Purbalingga, dan Yogyakarta&#13;
dengan melibatkan tujuh ibu sebagai subjek utama, empat wali kelas, dan empat kepala&#13;
sekolah sebagai informan pendukung. Sumber data primer diperoleh dari wawancara&#13;
mendalam dengan subjek, sementara sumber data sekunder berasal dari dokumen&#13;
sekolah seperti laporan perkembangan anak dan rencana pelaksanaan pembelajaran.&#13;
Analisis data dilakukan melalui explanation building untuk mengembangkan&#13;
penjelasan mendalam tentang kasus-kasus, serta cross-case synthesis untuk&#13;
mengidentifikasi pola dan perbandingan antar kasus.&#13;
Strategi pengasuhan ibu meliputi identifikasi nilai moral spesifik, metode&#13;
habituasi, komunikasi dialogis, dan adaptasi terhadap karakteristik anak, dengan&#13;
pembimbingan dalam situasi kompleks melalui kesabaran dan penguatan emosional.&#13;
Faktor keberhasilan ditentukan oleh kapasitas internal ibu seperti penerimaan kondisi&#13;
anak, dukungan emosional, dan kolaborasi dengan institusi pendidikan serta&#13;
lingkungan sosial, sementara hambatan meliputi stigma sosial, keterbatasan sumber&#13;
daya, dan pengaruh media digital. Analisis per unit analisis menunjukkan variasi: di&#13;
Banyumas, ibu berhasil melalui habituasi harian dengan dukungan sekolah; di&#13;
Purbalingga, adaptasi fisik anak menjadi kunci meski sumber daya terbatas; di&#13;
Yogyakarta, integrasi empati inklusif mengatasi hambatan digital. Simpulan&#13;
menunjukkan bahwa transmisi nilai moral berhasil melalui sinergi antara rumah,&#13;
sekolah, dan masyarakat, dengan ibu sebagai agen utama yang mendukung&#13;
perkembangan karakter anak berkebutuhan khusus tunadaksa. Saran meliputi&#13;
penguatan program kolaborasi antar pihak, pengembangan panduan pengasuhan&#13;
spesifik, serta integrasi hasil studi kasus per unit analisis untuk memperkaya&#13;
pemahaman kontekstual dan mendukung kebijakan inklusi pendidikan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Psikologi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Fakultas Psikologi;Psikologi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>