<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>STUDI EKSPLORATIF RESILIENSI GURU DI SEKOLAH BERASRAMA&#13;
SMA KEGURUAN KABUPATEN SORONG</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NOLITA ARPAN</mods:namePart><mods:namePart type="family">LAMBA</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Guru di sekolah berasrama menghadapi tantangan unik yang membutuhkan&#13;
tingkat resiliensi tinggi, termasuk beban kerja ganda sebagai pendidik sekaligus&#13;
pengasuh, interaksi intensif dengan siswa 24 jam, dan keterbatasan fasilitas di daerah&#13;
terpencil. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam mekanisme&#13;
resiliensi yang dikembangkan oleh guru dalam menghadapi berbagai tekanan pekerjaan&#13;
di lingkungan sekolah berasrama SMA Keguruan Kabupaten Sorong.&#13;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif&#13;
dengan desain studi kasus eksploratif, meliputi wawancara mendalam terhadap lima&#13;
orang guru, observasi partisipatif selama tiga bulan, dan analisis dokumen pendukung&#13;
seperti kebijakan sekolah dan laporan tahunan.&#13;
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru menghadapi tantangan kompleks&#13;
berupa manajemen waktu yang ketat, tekanan akademik, konflik antarsiswa, serta&#13;
keterbatasan sumber daya. Faktor kunci yang mendukung resiliensi meliputi: (1)&#13;
dukungan sosial dari rekan sejawat, keluarga, dan manajemen sekolah; (2) kemampuan&#13;
regulasi emosi dan manajemen stres; serta (3) komitmen profesional terhadap&#13;
perkembangan siswa. Strategi adaptif yang dikembangkan antara lain pembentukan&#13;
sistem kolaborasi antar guru, pendekatan personal terhadap siswa, dan penerapan&#13;
teknik relaksasi seperti meditasi. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa resiliensi&#13;
guru di sekolah berasrama merupakan hasil interaksi dinamis antara faktor internal&#13;
(optimisme, efikasi diri, kemampuan adaptasi) dan eksternal (dukungan institusi,&#13;
kebijakan sekolah, kondisi lingkungan). Temuan ini memberikan implikasi penting&#13;
bagi pengembangan program pelatihan guru yang berfokus pada penguatan kapasitas&#13;
resiliensi, peningkatan sistem pendukung sosial, dan penyediaan fasilitas yang&#13;
memadai. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kebijakan khusus untuk sekolah&#13;
berasrama yang memperhatikan aspek kesejahteraan guru dan pengembangan&#13;
profesional berkelanjutan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Psikologi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Fakultas Psikologi;Psikologi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>