<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>FEAR OF MISSING OUT (FOMO) DAN PHUBBING BEHAVIOR PADA&#13;
MAHASISWA DI INDONESIA DENGAN SELF-CONTROL SEBAGAI&#13;
VARIABEL MODERATOR</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Emannuel Realeno Isyaalma Wahyu</mods:namePart><mods:namePart type="family">Prakoso</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Phubbing behavior merupakan fenomena yang kerap terjadi di kalangan&#13;
mahasiswa. Salah satu faktor penyebab phubbing behavior adalah tingginya tingkat&#13;
FOMO. Meskipun demikian, sejumlah penelitian terdahulu menunjukkan bahwa&#13;
pengaruh FOMO terhadap phubbing behavior memiliki nilai koefisien (ß) yang&#13;
tinggi dan adapula yang rendah. Tinggi rendahnya nilai koefisien ini&#13;
mengindikasikan bahwa terdapat faktor lain yang turut memengaruhi pengaruh&#13;
FOMO terhadap phubing behavior. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk&#13;
mengetahui peran self-control dalam memoderasi penagruh FOMO terhadap&#13;
phubbing behavior pada mahasiswa di Indnesia.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan&#13;
jenis penelitian survei. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa aktif di&#13;
Indonesia dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability jenis accidental sampling yang melibatkan 402 mahasiswa sebagai&#13;
responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara&#13;
menyebarkan skala secara online melalui Google Form. Skala terdiri atas tiga&#13;
instrumen, yaitu: Phubbing Behavior (PS-10) oleh Karadag, Fear Of Missing Out&#13;
(FOMO) oleh Przybylski, dan Self-Control (BSCS) oleh Tangney. Validitas isi&#13;
ditentukan dengan rumus Gregory dan menghasilkan nilai 1 baik pada instrumen&#13;
phubbing behavior, instrumen FOMO, maupun instrumen self-control. Selain itu,&#13;
reliabilitas pada ketiga instrumen berada dikategori sangat tinggi dengan nilai&#13;
Cronbach’s Alpha instrumen phubbing behavior 0.906, FOMO 0.927 dan selfcontrol 0.952.&#13;
Hasil penelitian ini adalah variabel self-control tidak mampu memoderasi&#13;
pengaruh variabel FOMO terhadap variabel phubbing behavior. Temuan penelitian&#13;
ini menunjukkan bahwa FOMO memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap&#13;
phubbing behavior (β = 0.655, p &lt; 0.000). Sementara itu, self-control juga memiliki&#13;
pengaruh positif yang signifikan terhadap phubbing behavior (β = 0.279, p = 0.005).&#13;
Namun, interaksi antara self-control dan FOMO tidak berpengaruh signifikan&#13;
terhadap phubbing behavior (β = -0.005, p = 0.098). Artinya mahasiswa dengan&#13;
self-control tinggi maupun rendah tidak mampu merubah pengaruh FOMO&#13;
terhadap phubbing behavior. Oleh karena itu, dianjurkan pada penelitian yang akan&#13;
datang untuk mengeksplorasi faktor lain sebagai variabel moderator seperti&#13;
pembatasan waktu penggunaan handphone, social media addiction, kecenderungan&#13;
kebosanan, konformitas, dan faktor demografi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Psikologi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Fakultas Psikologi;Psikologi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>