<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENGARUH KETERLIBATAN AYAH TERHADAP PERILAKU&#13;
PROSOSIAL DIMEDIASI OLEH KELEKATAN TEMAN SEBAYA PADA&#13;
REMAJA DARI KELUARGA BERPENGHASILAN RENDAH</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">ELIYAN DWI</mods:namePart><mods:namePart type="family">TALITA</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini beranjak dari adanya tren masalah perilaku prososial yang&#13;
meningkat pada remaja. Berdasarkan kajian literatur, diketahui bahwa keterlibatan&#13;
ayah berpengaruh terhadap perilaku prososial, namun inkonsistensi hasil penelitian&#13;
terdahulu memungkinkan adanya peran variabel mediator. Interaksi intens dengan&#13;
teman sebaya berpotensi memperkuat pengaruh keterlibatan ayah terhadap perilaku&#13;
prososial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh keterlibatan ayah&#13;
terhadap perilaku prososial pada remaja dari keluarga berpenghasilan rendah&#13;
dengan kelekatan teman sebaya sebagai mediator.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey.&#13;
Sampel dalam penelitian ini yaitu remaja penerima beasiswa PIP (Program&#13;
Indonesia Pintar) berusia 12-19 tahun sejumlah 345 responden di Kabupaten&#13;
Lumajang, Jawa Timur. Pengumpulan dilakukan dengan menggunakan 3 instrumen&#13;
yang telah melalui uji validitas konstruk dan reliabilitas. Skala keterlibatan ayah&#13;
(CFI=0.923; RMSEA=0.059; α=0.984), skala kelekatan teman sebaya (CFI=0.905;&#13;
RMSEA=0.070; α=0.923), dan skala perilaku prososial (CFI=0.913; RMSEA=&#13;
0.065; α=0.913). Teknik analisis data menggunakan PROCESS Makro 4.2 dengan&#13;
software SPSS versi 26.&#13;
Hasil penelitian menemukan bahwa hipotesis terbukti. Dalam penelitian ini&#13;
keterlibatan ayah secara signifikan berpengaruh terhadap kelekatan teman sebaya&#13;
(r=0.0613 p&lt;0.0000). Selanjutnya, terdapat pengaruh kelekatan teman sebaya&#13;
secara signifikan terhadap perilaku prososial dengan mengontrol keterlibatan ayah&#13;
(r=0.3830, p&lt;0.0000). Pada saat kelekatan teman sebaya dimasukkan dalam model,&#13;
keterlibatan ayah menjadi tidak signifikan (r=0.0170, p&gt;0.2351), meskipun efek&#13;
total signifikan (r=0.0834, p&lt;0.0000). Hal ini menunjukkan bahwa keterlibatan&#13;
ayah sepenuhnya dimediasi oleh kelekatan teman sebaya terhadap perilaku&#13;
prososial. Oleh karena itu menujukkan adanya mediasi penuh dengan besaran CI&#13;
[0.0086, 0.439], mengindikasikan efek mediasi signifikan. Hal ini menunjukkan&#13;
bahwa jika keterlibatan ayah positif, menguatkan kelekatan teman sebaya sehingga&#13;
mendorong perilaku prososial pada remaja dari keluarga berpenghasilan rendah.&#13;
Temuan ini menegaskan pentingnya peran mediasi kelekatan teman sebaya untuk&#13;
menjelaskan keterlibatan ayah dan perilaku prososial dalam konteks remaja dari&#13;
keluarga berpenghasilan rendah.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Psikologi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Fakultas Psikologi;Psikologi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>