<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENGARUH WORK PASSION DAN WORK ENGAGEMENT&#13;
TERHADAP TEACHER WELL-BEING PADA&#13;
GURU SEKOLAH MENENGAH ATAS</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Muhammad Ghifari</mods:namePart><mods:namePart type="family">Nugroho</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kondisi kesejahteraan guru (teacher well-being) telah menjadi fokus&#13;
perhatian penelitian pendidikan kontemporer sebagai respons terhadap&#13;
meningkatnya fenomena stres kerja, burnout, dan tekanan psikologis pada tenaga&#13;
pendidik. Penelitian terdahulu mengindikasikan bahwa guru secara signifikan lebih&#13;
rentan mengalami kelelahan emosional dan penurunan kepuasan kerja&#13;
dibandingkan profesi lainnya, yang berimplikasi pada kualitas pembelajaran dan&#13;
prestasi akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh&#13;
work passion dan work engagement terhadap teacher well-being pada guru SMA di&#13;
Kabupaten Pringsewu. Secara spesifik, penelitian ini mengeksplorasi kontribusi&#13;
dari work passion serta work engagement terhadap kesejahteraan guru dalam&#13;
konteks pendidikan menengah atas.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei&#13;
pada 255 guru ASN dari tujuh SMA Negeri di Kabupaten Pringsewu, Lampung.&#13;
Pengumpulan data dilakukan dari Februari hingga Maret 2025 menggunakan tiga&#13;
instrumen: The Work Passion Scale (α=0.821), Work Engagement Scale (α=0.894),&#13;
dan Teacher Well-Being Scale (α=0.902). Ketiga instrumen telah melalui pengujian&#13;
validitas dengan nilai Aiken's V berkisar antara 0.625-1 dan reliabilitas yang&#13;
memadai. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan&#13;
kriteria responden berstatus guru ASN di SMA Negeri Kabupaten Pringsewu.&#13;
Analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh&#13;
variabel independen terhadap variabel dependen.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa work passion dan work engagement&#13;
secara simultan berpengaruh signifikan terhadap teacher well-being (F=168,&#13;
p&lt;0.001) dengan kontribusi efektif sebesar 57.2%. Analisis lebih lanjut&#13;
mengungkapkan bahwa harmonious passion berpengaruh positif signifikan&#13;
terhadap teacher well-being (β=1.55, p&lt;0.001), sementara obsessive passion&#13;
berpengaruh negatif signifikan (β=-1.53, p&lt;0.001). Work engagement memiliki&#13;
pengaruh positif yang dominan (β=1.23, p&lt;0.001) dibandingkan work passion.&#13;
Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar institusi pendidikan&#13;
mengembangkan program yang mempromosikan harmonious passion dan work&#13;
engagement, serta memfasilitasi lingkungan kerja yang mendukung keseimbangan&#13;
kehidupan-kerja yang sehat untuk meningkatkan teacher well-being. Guru&#13;
direkomendasikan untuk mengembangkan harmonious passion dengan&#13;
menetapkan batasan yang jelas antara kehidupan kerja dan pribadi sambil tetap&#13;
menjaga tingkat engagement yang optimal.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Psikologi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Fakultas Psikologi;Psikologi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>