<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>SELF EFFICACY DAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT&#13;
SEBAGAI PREDIKTOR RESILIENSI ANGGOTA KEPOLISIAN&#13;
DIREKTORAT SAMAPTA POLDA DIY</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Aroviani Amsa</mods:namePart><mods:namePart type="family">Fitri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Bekerja sebagai seorang polisi menuntut kesiapan dalam menghadapi resiko&#13;
bahaya dan beban kerja berat, tekanan tinggi saat menghadapi ancaman dan&#13;
situasi yang tidak pasti. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya fenomena&#13;
ditemukannya tingkat resiliensi anggota kepolisian yang masih kurang. Self&#13;
efficacy dan perceived organizational support diasumsikan mampu menjadi faktor&#13;
pendukung dalam pembentukan resiliensi anggota kepolisian Direktorat Samapta.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji self efficacy dan perceived organizational&#13;
support menjadi prediktor resiliensi anggota kepolisian Direktorat Samapta Polda&#13;
DIY.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian&#13;
explanatory survey. Sampel penelitian ini menggunakan 122 anggota Direktorat&#13;
Samapta Polda DIY yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified&#13;
random sampling. Resiliensi diukur dengan menggunakan skala Connor–&#13;
Davidson Resilience Scale dari Sills &amp; Stein (2007) dengan aspek hardiness dan&#13;
persistence. Self efficacy diukur dengan skala General Self Efficacy Scale dari&#13;
Soetjipto et al. (2023) dengan aspek inisiatif, usaha, ketekunan. Perceived&#13;
organizational support diukur dengan skala Survey of Perceived Organizational&#13;
Support dari Eisenberger et al. (1986) dengan aspek keadilan, dukungan atasan&#13;
dan penghargaan dari organisasi dan kondisi kerja. Uji validitas skala resiliensi&#13;
sebesar 0,933, skala self efficacy sebesar 0,896 dan skala perceived organizational&#13;
support sebesar 0,967. Uji reliabilitas skala resiliensi sebesar 0,769, skala self&#13;
efficacy sebesar 0,815 dan skala perceived organizational support sebesar 0,781.&#13;
Uji hipotesis menggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan program&#13;
JASP 19.3&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Self efficacy dan perceived&#13;
organizational support menjadi prediktor resiliensi anggota kepolisian Direktorat&#13;
Samapta dengan nilai Sig. (&lt;0,000). Self efficacy dan perceived organizational&#13;
support secara bersama-sama memberikan sumbangan efektif sebesar 91,3%&#13;
terhadap resiliensi. 2) Self efficacy menjadi prediktor positif terhadap resiliensi&#13;
dengan nilai Sig (&lt;0,001). 3) Perceived organizational support menjadi prediktor&#13;
terhadap resiliensi dengan nilai Sig (&lt;0,001). Oleh karena itu, penting bagi&#13;
instansi untuk mendukung penguatan resiliensi pada anggotanya terutama dengan&#13;
memperhatikan kesejahteraan anggota ketika sedang bertugas di lapangan dan&#13;
peningkatan self efficacy berupa pelatihan self efficacy.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Psikologi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Fakultas Psikologi;Psikologi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>