<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>LEADER MEMBER EXCHANGE (LMX) DAN KOMUNIKASI&#13;
INTERPERSONAL SEBAGAI PREDIKTOR KEPUASAN&#13;
KERJA PADA PEGAWAI KEMENTERIAN AGAMA&#13;
KABUPATEN SLEMAN</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">YUKI ANDARIFTA</mods:namePart><mods:namePart type="family">PUTRI</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kualitas hubungan antara&#13;
atasan dan bawahan serta pentingnya komunikasi interpersonal dalam&#13;
menciptakan kepuasan kerja pegawai, khususnya di lingkungan instansi&#13;
pemerintah. Leader member exchange merupakan kualitas hubungan yang&#13;
dibangun antara pemimpin dan anggota, sedangkan komunikasi interpersonal&#13;
menjadi salah satu elemen penting dalam proses kerja sehari-hari. Tujuan dari&#13;
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh leader member exchange dan&#13;
komunikasi interpersonal terhadap kepuasan kerja pegawai Kantor Kementerian&#13;
Agama Kabupaten Sleman.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian&#13;
survey. Subjek dalam penelitian ini adalah pegawai Kementerian Agama&#13;
Kabupaten Sleman sebanyak 115 orang, yang dipilih menggunakan teknik sempel&#13;
jenuh. Instrumen yang digunakan adalah modifikasi skala An Interpersonal&#13;
communication Scale yang berpijak pada konsep Bienvenu (1971) yang&#13;
dikembangkan oleh Jared dan Oznur (2016), Leader member Exchange Scale&#13;
(LMX-MDM) yang berpijak pada konsep Liden dan Maslyn (1998) yang&#13;
dikembangkan oleh Joseph dkk, (2016) dan Job Satisfaction Survey yang berpijak&#13;
pada konsep Spector (1997) yang dikembangkan oleh Mustafa dkk, (2019).&#13;
Validasi isi dilakukan dengan analisis Gregory menunjukan kriteria sangat tinggi&#13;
dengan skor 1 (&gt;0.8). Reliabilitas pada skala An Interpersonal communication&#13;
adalah 0.882, Leader member Exchange Scale adalah 0.912 dan Job Satisfaction&#13;
Survey adalah 0.948 yang diuji menggunakan Cronbach’s Alpha. Analisis data&#13;
dilakukan dengan uji regresi linear berganda menggunakan bantuan program&#13;
SPSS versi 22.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) leader member exchange dan&#13;
komunikasi interpersonal menjadi prediktor kepuasan kerja pegawai Kemenag&#13;
dengan nilai Sig. (&lt;0,000). leader member exchange dan komunikasi&#13;
interpersonal secara bersama-sama memberikan sumbangan efektif sebesar 46.5%&#13;
terhadap kepuasan kerja; 2) leader member exchange menjadi prediktor positif&#13;
terhadap kepuasan kerja dengan nilai unstandarlized 0.199 dan Sig. (&lt;0.016),&#13;
dimana setiap peningkatan satu satuan leader member exchange akan&#13;
meningkatkan kepuasan kerja sebesar 0.199; 3) Komunikasi Interpersonal&#13;
menjadi prediktor kepuasan kerja dengan nilai unstandarlized 0.947 dan sig&#13;
(&lt;0.000), dimana setiap peningkatan satu satuan komunikasi interpersonal akan&#13;
meningkat kepuasan kerja sebesar 0.947. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa&#13;
hubungan yang baik antara pemimpin dan bawahan serta komunikasi yang efektif&#13;
berperan penting dalam menciptakan kepuasan kerja pegawai.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Psikologi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Fakultas Psikologi;Psikologi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>