%0 Thesis %9 S3 %A Sritanto, Sritanto %A Sayuti, Suminto A %B Ilmu Pendidikan %D 2026 %F UNY:90775 %I Sekolah Pascasarjana %K pengembangan, model pembelajaran, Seni musik, Tri Sentra. %T Pengembangan Model Pembelajaran Seni Musik Berbaasis Catur Sentra Pendidikan di Sekolah Dasar. %U http://eprints.uny.ac.id/90775/ %X Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran seni musik berbasis Catur Sentra Pendidikanyang memenuhi kriteria layak, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan dan keberanian peserta didik dalam bernyanyi. Jenis Penelitian ini adalah Research&Development, menggunakan model ADDIE dengan tahapan sebagai berikut: (1) Analyze; (2) Design; (3). Develop; (4) Implement; dan (5) Evaluate. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Validasi instrumen dan produk dengan bantuan penilaian dari ahli/pakar (expert judgement), sementara reliabilitas instrumen menggunakan rumus Alpha Cronbach. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Uji efektifitas produk dilakukan melalui uji coba kelompok kecil dan kelompok besar, dengan “one group pretest-posttest design”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler seni musik di Sekolah Dasar, kemampuan dan keberanian bernyanyi peserta didik dibangun dengan mengkonstruksi potensi peserta didik melalui pembelajaran di kelas (sekolah), di lingkungan keluarga, dan ligkungan masyarakat. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) yang diterapkan di kelas menjadi model yang sengaja dipilih guna menciptakan peserta didik aktif mengikuti kegiatan ektrakurikuler seni musik secara mandiri maupun kelompok. Pembelajaran diciptakan dengan lebih banyak menuntut aktivitas belajar peserta didik baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat yang didukung dengan bantuan teknologi membuat pengalaman belajar mereka menjadi lebih banyak dan komprehensip, sehingga kemapuan dan keberanian peserta didik dalam bernyanyi menjadi lebih baik. Dengan demikian, penelitian ini menemukan bahwa konsep “Tri Sentra Pendidikan” Ki Hadjar Dewantara yang dikolaborasikan dengan teknologi, selanjutnya disebut “Catur Sentra Pendidikan” menjadi sebuah model pembelajaran baru yang layak, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan dan keberanian peserta didik dalam bernyanyi.