%0 Thesis %9 S3 %A Husna, Baik Nurul %A Rohman, Arif %B Ilmu Pendidikan %D 2026 %F UNY:90774 %I Sekolah Pascasarjana %K multiple intelligences, pendidikan humanis, pendidikan inklusif, pendidikan mulltikultural %T Penerapan Multiple Intelligences di Sekolah Multikultural. %U http://eprints.uny.ac.id/90774/ %X Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan multiple intelligences di sekolah multikultural, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam proses implementasinya, dan menemukan solusi yang dilakukan sekolah untuk mengatasi hambatan tersebut. Latar belakang penelitian berangkat dari kesenjangan antara gagasan multiple intelligences yang menghargai keragaman potensi siswa dan praktik pendidikan multikultural yang menekankan penerimaan identitas budaya, namun keduanya sering diterapkan secara terpisah. Dengan demikian, penelitian ini berupaya menggali hubungan keduanya dalam konteks pendidikan Indonesia yang memiliki karakter masyarakat majemuk, sekaligus memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam pengembangan paradigma pendidikan yang lebih humanis, inklusif, dan responsif terhadap keberagaman. Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus ini dilakukan di tiga sekolah multikultural, yakni SMP School of Human Bekasi, SMP Nasional Plus Tunas Global Depok, dan SMP Sekolah Alam Cikeas Bogor. Ketiga sekolah tersebut merupakan sekolah multikultural yang sudah menerapkan pendekatan multiple intelligences. Data diperoleh melalui observasi lingkungan belajar, wawancara dengan kepala sekolah, wakil bidang kurikulum, dan tiga guru mata pelajaran, angket untuk delapan siswa kelas VIII atau IX, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui kondensasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Guru dan kepala sekolah, menjadi sumber primer penelitian, sedangkan dokumen kebijakan sekolah, perangkat kurikulum, hasil kuisioner siswa, dan hasil observasi lingkungan belajar menjadi sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan multiple intelligences di tiga sekolah multikultural tidak seragam. Penerapan multiple intelligences di ketiga sekolah tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Penerapan secara deklaratif ditemukan di SMP School of Human di mana penggunaan multiple intelligences dimulai dari dicantumkannya program tersebut dalam dokumen kurikulum sekolah dan menjadi landasan setiap kegiatan. Penerapan secara integratif ditemukan pada SMP Nasional Plus Tunas Global. Sekolah menerapkan multiple intelligences dalam praktik pembelajaran, baik perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi, tetapi kebijakannya tidak tercantum secara eksplisit dalam kurikulum sekolah. Penerapan ini sebagai bagian dari pengakuan keberagaman siswa yang menjadi branding dasar sekolah tersebut. Penerapan secara instrumental ditemukan di SMP Sekolah Alam Cikeas. Penggunaan multiple intelligences menjadi salah satu instrument untuk mendukung brand sekolah yang mengusung penguatan karakter dan kepemimpinan. Adapun tantangan utama penerapan multiple intelligences di tiga sekolah berasal dari sumber internal berupa kompetensi guru dan karakteristik siswa dan sumber eksternal berupa preferensi orang tua. Namun demikian, sekolah menerapkan berbagai solusi seperti pengembangan kompetensi guru, pembelajaran berbasis proyek, penguatan budaya sekolah, fleksibilitas kurikulum, dan kolaborasi antara sekolah dengan orang tua dan komunitas lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan multiple intelligences dalam konteks multikultural tidak hanya ditentukan oleh dokumen kebijakan, tetapi juga oleh kesadaran pedagogis guru, budaya sekolah, dan dukungan struktural yang memfasilitasi keberagaman. Untuk kajian berikutnya, perlu adanya penelitian pengembangan pedoman implementasi praktis, peningkatan literasi pedagogis guru, kebijakan pendidikan yang fleksibel, serta penelitian lanjutan mengenai integrasi teori ini pada konteks budaya yang lebih luas.