%0 Thesis %9 S3 %A Yusuf, Ode Yahyu Herliany %A Suparno, Suparno %B Ilmu Pendidikan %D 2026 %F UNY:90772 %I Sekolah Pascasarjana %K Anak Usia Dini, model Pembelajaran Arsitektonik, Perkembangan Bahasa, Berpikir Simbolik %T Pengembangan Model Pembelajaran Arsitektonik Dengan Tema Binatang Untuk Menstimulasi Kemampuan Bahasa Dan Berpikir Simbolik Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di Baruga Kota Kendari. %U http://eprints.uny.ac.id/90772/ %X Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebutuhan model pembelajaran arsitektur, menyusun model konseptual, mengkaji kelayakan dan kepraktisannya, serta mengukur efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan model Penelitian dan Pengembangan ADDIE dan dilakukan di taman kanak-kanak di Kecamatan Baruga, Kota Kendari, dengan 98 anak Kelompok B (usia 5–6 tahun) di 7 sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Instrumen tes divalidasi oleh expert judgement menggunakan Aiken's V, dengan nilai > 0,80 yang menunjukkan validitas tinggi. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji￾t berpasangan (berdistribusi normal), dan uji Wilcoxon (berdistribusi tidak normal), serta N-Gain Score untuk menilai efektivitas. Studi ini menemukan ditemukan adanya kesenjangan kinerja, di mana anak belum mampu mengungkapkan ide secara runtut, masih kesulitan menafsirkan makna simbol dari gambar dan bentuk, serta pembelajaran yang berlangsung cenderung monoton dan berpusat pada guru, keterbatasan sumber daya guru dan media, serta kebutuhan akan model yang sistematis, praktis, dan fleksibel semakin menegaskan urgensi pengembangan model ini. Model memuat sintaks, mulai dari persiapan, eksplorasi, eksperimen, refleksi, penutup, hingga evaluasi. Kelayakan model pembelajaran arsitektonik ditunjukkan melalui hasil uji validitas menggunakan Aiken’s V yang memperoleh kategori tinggi pada seluruh aspek yang dinilai, meliputi kepraktisan bagi guru (V=0,881), kelayakan media (V=0,874), kelayakan materi (V=0,915), serta kesesuaian model dalam menstimulasi kemampuan bahasa (V=0,872) dan kemampuan berpikir simbolis (V=0,879). Berdasarkan hasil penilaian kepraktisan oleh enam responden, diperoleh skor rata￾rata sebesar 90,17% dari skor maksimal 100%. Adanya perbedaan yang sangat signifikan antara skor pretest dan posttest kemampuan bahasa anak (t(74)= −22,661; p < 0,001), dengan peningkatan rata-rata sebesar 30,44 poin, sehingga dinyatakan efektif meningkatkan kemampuan bahasa dan berpikir simbolis. Secara keseluruhan, Model Pembelajaran Arsitektur dengan Tema Hewan terbukti efektif dalam merangsang keterampilan bahasa (mendengarkan, berbicara, membaca, menulis) dan berpikir simbolik (penggunaan simbol, logika sederhana, imajinasi, narasi). Penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan durasi yang lebih lama disarankan untuk menilai dampak jangka panjang terhadap perkembangan anak, termasuk kreativitas, pemecahan masalah, dan keterampilan motorik halus. Penelitian selanjutnya sebaiknya juga menyertakan variabel kontrol untuk meminimalkan faktor eksternal seperti dukungan keluarga dan lingkungan rumah.