<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>IDENTITAS SOSIAL SENIMAN DARI BERBAGAI BIDANG PADA&#13;
KESENIAN REYOG PONOROGO&#13;
(STUDI KASUS PADA YAYASAN REYOG PONOROGO)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">AGUNG</mods:namePart><mods:namePart type="family">MAHARDIKA</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Seniman Reyog dari berbagai bidang seni merasa kelompoknya memiliki&#13;
eksistensi. Hal tersebut menyebabkan pelestarian Reyog Ponorogo tidak dilakukan secara&#13;
berdampingan dan seirama. Proses berpikir yang melibatkan peran individu terhadap&#13;
eksistensi kelompok dijelaskan dalam identitas sosial. Penelitian ini memiliki tujuan&#13;
untuk mengetahui sosial Seniman dari berbagai bidang pada kesenian Reyog Ponorogo.&#13;
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan&#13;
studi kasus. Subjek penelitian adalah seniman dari lima bidang yaitu tari, musik,&#13;
pengrajin, tata rias busana dan seni kerakyatan. Data dikumpulkan melalui teknik&#13;
wawancara, observasi, dan dokumen. Keabsahan data diperoleh melalui pembandingan&#13;
hasil pengamatan dengan wawancara dituangkan dalam hasil penelitian dan pembahasan&#13;
yang diperkuat dengan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui pengkodean,&#13;
kategorisasi dan interpretasi.&#13;
Hasil penelitian menunjukan berbagai macam identitas sosial seniman dari berbagai&#13;
bidang pada Kesenian Reyog Ponorogo. Identitas Sosial seniman memunculkan proses&#13;
berfikir individu yang merasa kelompoknya lebih menonjol dalam pelestarian Kesenian&#13;
Reyog Ponorogo. Karakter yang dibangun oleh keanggotaan kelompok tersebut akan&#13;
mendominasi untuk mengubah lingkungannya. Adanya perbedaan cara pandang tersebut,&#13;
setiap bidang merasa bahwa memiliki daya tarik tersendiri secara independen. Daya tarik&#13;
yang dihasilkan oleh para seniman akan mengaktualisasikan kebanggaan berdasarkan&#13;
keunikan yang dimilikinya. Hal tersebut juga didukung dengan eksistensi Kesenian&#13;
Reyog Ponorogo yang telah dikenal hingga mancanegara. Perkembangan eksistensi&#13;
pelestarian Kesenian Reyog Ponorogo menjadi upaya masing-masing bidang untuk turut&#13;
serta berinovasi. Ragam aktifitas inovatif yang dihasilkan akan memberikan manfaat&#13;
sebagai nilai lebih dari suatu kelompok. Identitas sosial seniman dari berbagai bidang&#13;
pada kesenian Reyog Ponorogo dikaji dalam proses terbentuknya, komponen pembentuk,&#13;
faktor yang berpengaruh, dan fungsi. Proses terbentuknya berasal dari kategorisasi sosial,&#13;
prototype, dan depersonalisasi. Komponen pembentuk dapat difahami dengan adanya&#13;
identifikasi, klasifikasi, dan perbandingan. Faktor yang mempengaruhi terdiri dari&#13;
optimalisasi kekhasan, perilaku kelompok, perkembangan personalitas, dan perbedaan&#13;
proses berpikir. Identitas sosial berfungsi untuk mendapatkan pengakuan, kebijaksanaan,&#13;
dan menemukan jati diri.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Psikologi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2023</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Fakultas Psikologi;Psikologi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>