<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>GURU SEKOLAH DASAR PROFESIONAL DALAM&#13;
PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">HAMIDULLOH</mods:namePart><mods:namePart type="family">IBDA</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pemaknaan guru SD profesional&#13;
dalam pembelajaran berbasis digital, mengungkap pemaknaan guru terhadap tools&#13;
dalam pembelajaran berbasis digital, dan pemaknaan guru SD terhadap strategi&#13;
pengembangan kompetensi guru SD profesional dalam pembelajaran berbasis&#13;
digital.&#13;
Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi&#13;
interpretatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Semarang dengan subjek meliputi&#13;
20 guru SD profesional berstatus Guru Penggerak, 11 kepala sekolah, dan 6&#13;
akademisi PGSD/PGMI. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara&#13;
mendalam, FGD, observasi, dan studi dokumen. Analisis data mengacu teknik&#13;
Creswell yang dilaksanakan melalui tahap menuliskan transkrip hasil wawancara&#13;
mendalam, menemukan pernyataan tentang fokus riset, pengelompokkan&#13;
pernyataan-pernyataan ke dalam sub-sub bermakna, konstruksi semua keterangan&#13;
tentang makna dan esensi pengalaman para informan, dan penyusunan laporan.&#13;
Validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi metode.&#13;
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Guru SD profesional di Kota&#13;
Semarang memiliki kompetensi pedagogi, kompetensi kepribadian, kompetensi&#13;
sosial, kompetensi profesional, kompetensi pedagogi digital, dan kompetensi&#13;
digital dengan 45 indikator mengacu kerangka kerja kompetensi TIK guru&#13;
perspektif UNESCO. Guru SD memaknai kompetensi guru SD profesional&#13;
sebagai sebuah keharusan, tuntutan, dan kebutuhan pembelajaran yang terus&#13;
berubah. (2) Tools digital yang digunakan guru SD di Kota Semarang dalam&#13;
pembelajaran berbasis digital yaitu media sosial, perangkat keras, permainan,&#13;
website, tools interaktif, desain materi slide, desain dan editing video/suara,&#13;
ChatGPT, Perplexity, dan D-ID. Tools model api unggun dominan digunakan&#13;
dalam pembelajaran berbasis digital. Guru memaknai tools digital hanya sebagai&#13;
alat, media, perantara, dan bukan inti dalam pembelajaran karena selamanya&#13;
mereka meyakini guru tidak akan tergantikan oleh tools digital. (3) Strategi&#13;
pengembangan kompetensi guru SD dilakukan kepala sekolah melalui supervisi,&#13;
IHT, PMM, penilaian kinerja guru, tindak lanjut kegiatan Komunitas Belajar,&#13;
diseminasi dan pertukaran guru, dan penganggaran RKAS BOSP. Guru memaknai&#13;
strategi pengembangan tersebut sebagai keharusan, tuntutan profesi, kebutuhan&#13;
pembelajaran, dan pengembangan diri, sebagai guru profesional dalam&#13;
pembelajaran berbasis digital.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Pendidikan Dasar</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2024</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Fakultas Ilmu Pendidikan;Pendidikan Sekolah Dasar</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>