%0 Thesis %9 S3 %A IBDA, HAMIDULLOH %A Universitas Negeri Yogyakarta, %B Pendidikan Sekolah Dasar %D 2024 %F UNY:90623 %I Fakultas Ilmu Pendidikan %K sekolah dasar, profesionalime, guru penggerak, pembelajaran berbasis digital, pedagogi digital. %T GURU SEKOLAH DASAR PROFESIONAL DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL %U http://eprints.uny.ac.id/90623/ %X Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pemaknaan guru SD profesional dalam pembelajaran berbasis digital, mengungkap pemaknaan guru terhadap tools dalam pembelajaran berbasis digital, dan pemaknaan guru SD terhadap strategi pengembangan kompetensi guru SD profesional dalam pembelajaran berbasis digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Semarang dengan subjek meliputi 20 guru SD profesional berstatus Guru Penggerak, 11 kepala sekolah, dan 6 akademisi PGSD/PGMI. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, FGD, observasi, dan studi dokumen. Analisis data mengacu teknik Creswell yang dilaksanakan melalui tahap menuliskan transkrip hasil wawancara mendalam, menemukan pernyataan tentang fokus riset, pengelompokkan pernyataan-pernyataan ke dalam sub-sub bermakna, konstruksi semua keterangan tentang makna dan esensi pengalaman para informan, dan penyusunan laporan. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Guru SD profesional di Kota Semarang memiliki kompetensi pedagogi, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi profesional, kompetensi pedagogi digital, dan kompetensi digital dengan 45 indikator mengacu kerangka kerja kompetensi TIK guru perspektif UNESCO. Guru SD memaknai kompetensi guru SD profesional sebagai sebuah keharusan, tuntutan, dan kebutuhan pembelajaran yang terus berubah. (2) Tools digital yang digunakan guru SD di Kota Semarang dalam pembelajaran berbasis digital yaitu media sosial, perangkat keras, permainan, website, tools interaktif, desain materi slide, desain dan editing video/suara, ChatGPT, Perplexity, dan D-ID. Tools model api unggun dominan digunakan dalam pembelajaran berbasis digital. Guru memaknai tools digital hanya sebagai alat, media, perantara, dan bukan inti dalam pembelajaran karena selamanya mereka meyakini guru tidak akan tergantikan oleh tools digital. (3) Strategi pengembangan kompetensi guru SD dilakukan kepala sekolah melalui supervisi, IHT, PMM, penilaian kinerja guru, tindak lanjut kegiatan Komunitas Belajar, diseminasi dan pertukaran guru, dan penganggaran RKAS BOSP. Guru memaknai strategi pengembangan tersebut sebagai keharusan, tuntutan profesi, kebutuhan pembelajaran, dan pengembangan diri, sebagai guru profesional dalam pembelajaran berbasis digital.