<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>IMPLEMENTASI KEBIJAKAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH&#13;
 PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SEKOLAH DASAR&#13;
(PENDEKATAN STUDI MULTIKASUS ETNOGRAFI)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">DWI AGUS</mods:namePart><mods:namePart type="family">SETIAWAN</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Implementasi GLS di Malang memiliki potensi besar dalam membentuk&#13;
budaya literasi sekolah yang berbeda-beda karena terdapat perbedaan visi misi&#13;
sekolah, sarana prasarana sekolah pendekatan, strategi dan kultur sekolah yang&#13;
bervariasi dalam setiap penerapan programnya, penumbuhan budaya berliterasi,&#13;
penumbuhan budi pekerti dan penanaman nilai karakter serta pentingnya&#13;
pembiasaan berliterasi sebagai upaya membangun generasi bangsa dengan&#13;
wawasan yang luas berbudi pekerti luhur mampu mewujudkan sekolah sebagai&#13;
warga literat sepanjang hidup melalui kegiatan pelibatan publik. Penelitian ini&#13;
bertujuan menganalisis dan menemukan bentuk implementasi GLS serta&#13;
mengetahui peran budaya literasi sekolah, menganalisis strategi dan implikasi&#13;
kultur literasi dalam keterampilan berbahasa siswa dan memaknai implementasi&#13;
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) melalui tahapan pembiasaan, pengembangan, dan&#13;
pembelajaran di SD Kota dan Kabupaten Malang dalam mengimplementasikan&#13;
program GLS yang terintergrasi pada kurikulum 2013.&#13;
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan&#13;
etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan langsung oleh&#13;
peneliti, wawancara mendalam dengan pihak terkait seperti kepala sekolah, guru,&#13;
siswa, pustakawan, tim GLS, orang tua dan dilakukan studi dokumentasi guna&#13;
mendukung data hasil pengamatan, wawancara dan pemberian angket serta&#13;
memberikan pedoman catatan lapangan. Setelah dilakukan pemeriksaan&#13;
keabsahanya, data dianalisis dengan menentukan domain, menganaliss secara&#13;
taksonomik serta penyajian data dan penarikan kesimpulan.&#13;
Temuan Hasil penelitian tahap implementasi GLS dilakukan melalui&#13;
kegiatan (1) Genam 45, Story telling bercerita (2) Gibakuta (Giat pagi baca buku&#13;
dan bercerita, Reading Morning (3) Paclethon (Parade pembacaan puisi,&#13;
mendongeng, bernyayi, bermain peran, berbalas pantun), (3) Kali (Kantong&#13;
literasi), Taksi ( Ayo baca ditaman Edukasi) Satu buku sejuta Cerita (Sakutata)&#13;
Meresensi Buku (4) Gerakan Cinta Membaca Sastra Anak (GCMSA),(5) Memilih&#13;
sumber bacaan sastra, menata sarana dan lingkungan literasi (perpustakaan, sudut&#13;
baca, area baca, poster literasi, pohon literasi, mading kelas, (6) Pelibatan Publik,&#13;
dialog literasi, Menulis Cerita Fabel Media Big Books, Mini Books, (7)Program&#13;
Selasa Berbahsa (seba), Gebyar Literasi, Jam Kunjung Perpustakaan (8) Menulis&#13;
Komik, Floging Conten Creator Bercerita dengan Wisata Literasi, Outing Class,&#13;
(9) Gerakan SADAS (Sadar Cerdas) Menonton Televisi Edukasi dilaksanakan&#13;
berdasarkan visi, misi, dan tujuan sekolah secara terencana, bekelanjutan dan&#13;
berkesinambungan mampu meningkatkan: Minat Baca, Motivasi, Berpikir Kritis,&#13;
Kreatif, Percaya Diri Menumbuhkan Budaya Literasi dengan Karakter Gemar&#13;
Membaca dengan meningkatkan Budaya Mutu, Budaya, Akademik, Budaya 7S,&#13;
5K, Budaya Sosial, Budaya Komunitas Pembelajar dan Budaya Berliterasi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Pendidikan Dasar</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2024</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Fakultas Ilmu Pendidikan;Pendidikan Sekolah Dasar</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>