<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PELAKSANAAN BLENDED LEARNING PADA PEMBELAJARAN ILMU&#13;
PENGETAHUAN SOSIAL KELAS V DI SEKOLAH DASAR&#13;
KECAMATAN MIRI KABUPATEN SRAGEN</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">AYATULLAH</mods:namePart><mods:namePart type="family">MUHAMMADIN</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis pelaksanaan pembelajaran&#13;
blended learning pada pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Kecamatan Miri,&#13;
Sragen, 2) Menganalisis kelemahan pada pelaksanaan pembelajaran blended&#13;
learning pada pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Kecamatan Miri, Sragen, 3)&#13;
Menganalisis pola model pembelajaran blended learning pada pembelajaran IPS&#13;
di Sekolah Dasar Kecamatan Miri, Sragen. Metode penelitian menggunakan&#13;
pendekatan diskriptif kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus.&#13;
Penelitian ini dilakukan di SD N kecamatan miri kabupaten Sragen. Sumber data&#13;
penelitian dengan melibatkan korwilcam, pengawas, kepala sekolah, guru, siswa,&#13;
komite sekolah, dan orang tua. Pengumpulan data menggunakan observasi,&#13;
wawancara dan dokumentasi. Tes kredibilitas data menggunakan pengamatan,&#13;
peningkatan persistensi, triangulasi, analisis kasus negatif, dan pemeriksaan&#13;
anggota. Uji kredibilitas data menggunakan penyuluhan partisipasi, peer&#13;
checking, persistensi observasi, review kasus negatif dan triangulasi.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran campuran&#13;
membutuhkan adanya kelas konfirmasi sebagai pendukung pelaksanaan&#13;
pembelajaran. Melihat letak geografis dan mata pencaharian penduduk sekitar&#13;
sehingga pelaksanaan waktu program kelas konfirmasi merupakan hasil&#13;
kesepakatan bersama antara masing masing sekolah dan siswa, yaitu setelah&#13;
pembelajaran virtual, zonasi dan tatap muka. Sehingga penelitian ini&#13;
merekomendasikan bahwa pembelajaran dalam satu tema dilakukan melalui tiga&#13;
tahap yaitu 1) pembelajaran secara daring menggunakan media video, 2)&#13;
pembelajaran secara offline atau guru zonasi menggunakan media komik, 3)&#13;
program kelas konfirmasi. Sehingga pembelajaran di SDN kecamatan Miri&#13;
terutama di daerah yang minim sarana dan prasarana menggunakan pembelajaran&#13;
campuran dengan memberdayakan kearifan lokal atau disebut dengan local&#13;
wisdom blended learning, dikarenakan pola pemikiran unik tersebut belum tentu&#13;
dapat dilakukan di daerah lain.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Pendidikan Dasar</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2024</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Fakultas Ilmu Pendidikan;Pendidikan Sekolah Dasar</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>