%0 Thesis %9 S3 %A MUHAMMADIN, AYATULLAH %A Universitas Negeri Yogyakarta, %B Pendidikan Sekolah Dasar %D 2024 %F UNY:90621 %I Fakultas Ilmu Pendidikan %K Pembelajaran campuran, IPS , Pelaksanaan, Sekolah Dasar. %T PELAKSANAAN BLENDED LEARNING PADA PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KELAS V DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN MIRI KABUPATEN SRAGEN %U http://eprints.uny.ac.id/90621/ %X Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis pelaksanaan pembelajaran blended learning pada pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Kecamatan Miri, Sragen, 2) Menganalisis kelemahan pada pelaksanaan pembelajaran blended learning pada pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Kecamatan Miri, Sragen, 3) Menganalisis pola model pembelajaran blended learning pada pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Kecamatan Miri, Sragen. Metode penelitian menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Penelitian ini dilakukan di SD N kecamatan miri kabupaten Sragen. Sumber data penelitian dengan melibatkan korwilcam, pengawas, kepala sekolah, guru, siswa, komite sekolah, dan orang tua. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Tes kredibilitas data menggunakan pengamatan, peningkatan persistensi, triangulasi, analisis kasus negatif, dan pemeriksaan anggota. Uji kredibilitas data menggunakan penyuluhan partisipasi, peer checking, persistensi observasi, review kasus negatif dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran campuran membutuhkan adanya kelas konfirmasi sebagai pendukung pelaksanaan pembelajaran. Melihat letak geografis dan mata pencaharian penduduk sekitar sehingga pelaksanaan waktu program kelas konfirmasi merupakan hasil kesepakatan bersama antara masing masing sekolah dan siswa, yaitu setelah pembelajaran virtual, zonasi dan tatap muka. Sehingga penelitian ini merekomendasikan bahwa pembelajaran dalam satu tema dilakukan melalui tiga tahap yaitu 1) pembelajaran secara daring menggunakan media video, 2) pembelajaran secara offline atau guru zonasi menggunakan media komik, 3) program kelas konfirmasi. Sehingga pembelajaran di SDN kecamatan Miri terutama di daerah yang minim sarana dan prasarana menggunakan pembelajaran campuran dengan memberdayakan kearifan lokal atau disebut dengan local wisdom blended learning, dikarenakan pola pemikiran unik tersebut belum tentu dapat dilakukan di daerah lain.