<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PEMIKIRAN TOKOH LOKAL SUMATERA UTARA “WILLEM ISKANDER”&#13;
DALAM KONTEKS PENDIDIKAN DAN NASIONALISME&#13;
DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">IRFAN</mods:namePart><mods:namePart type="family">DAHNIAL</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menemukan pemikiran Willem Iskander&#13;
sebagai tokoh lokal pendidikan dan nasionalisme. (2) menemukan pola penerapan&#13;
pemikiran Willem Iskander dalam membangun semangat nasionalisme generasi&#13;
muda pada dunia pendidikan. (3) menemukan strategi para guru dalam menerapkan&#13;
pemikiran Willem Iskander menggagas pendidikan dan nasionalisme khususnya di&#13;
Sumatera Utara. Penelitian ini dilatarbelakangi belum ada yang menggali secara&#13;
mendalam tentang Pemikiran Tokoh Pendidikan Lokal Sumatera Utara “Willem&#13;
Iskander” dalam Konteks Pendidikan dan Nasionalisme di Era Revolusi Industri&#13;
4.0. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk&#13;
menyelidiki suatu keadaan yang terjadi. Teknik pengumpulan data dilakukan&#13;
melalui tahapan observasi, dokumentasi, dan melakukan wawancara secara&#13;
mendalam. Analisis dilakukan menggunakan desain fenomenologi dengan tahapan&#13;
(1) mendeskripsikan, (2) membuat pernyataan, (3) mengelompokkan data, (4)&#13;
merefleksikan, dan (5) mengkonstruksi seluruh pengalaman peneliti dalam&#13;
mengungkap fakta yang terjadi dilapangan.&#13;
Hasil penelitian menunjukan (1) Pemikiran Willem Iskander tentang&#13;
pendidikan dan nasionalisme sebagai berikut: “Lao ita marasarak, Mar sipaingot&#13;
dope au di o, Ulang lupa paingat danak, Manalai bisuk na peto”. Dalam bahasa&#13;
Indonesia dapat di maknai “Jika nanti engkau tempatku kembali, Kuharap tidak&#13;
dalam kebodohan lagi, Saat kita berpisah ini, Kuberi nasihat padamu lagi, Jangan&#13;
lupa anak dinasehati, Buat mencari ilmu yang hakiki”. Pemikiran Willem Iskander&#13;
ini dapat dimaknai bahwa pentingnya sebuah pendidikan sebagai pusat kebudayaan&#13;
sekaligus menjunjung tinggi bahasa daerah sebagai bahasa persatuan. “Adang alak&#13;
ruar na mian di Penyabungan tibu ia aruar Baon ia madung busungan” pemikiran&#13;
Willem Iskander tersebut dalam bahasa Indonesia di maknai sebagai bentuk&#13;
peringatan bahwa “Ada orang luar (Kolonial) yang berdiam di Penyabungan ia&#13;
segera keluar sebab perutnya sudah busung” ungkapan tersebut bertujuan untuk&#13;
membangun semangat nasionalisme dalam mengusir penjajah. (2) Dalam&#13;
membangun pendidikan dan nasionalisme dalam dunia pendidikan para pendidik&#13;
juga telah menerapkan dan meneladani dari pemikiran Willem Iskander sejak dulu,&#13;
diantaranya mengingatkan para pelajar agar tekun dalam belajar dan menuntut&#13;
ilmu, serta berperilaku jujur dan pantang menyerah. (3) Strategi para guru di UPT&#13;
SDN Sei Merah Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang dalam menerapkan&#13;
pemikiran Willem Iskander melalui pembentukan karakter peserta didik agar&#13;
memiliki sikap cinta tanah air, serta semangat kebangsaan yang tinggi, hal ini&#13;
dibuktikan para guru telah mengintegrasikan pembelajaran dengan lingkungan&#13;
sekitar agar peserta didik dapat mencintai lingkungan tempat tinggalnya, demikian&#13;
halnya juga pada masa lampau Willem Iskander selalu menumbuhkan kepada&#13;
muridnya agar cinta terhadap lingkungan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Pendidikan Dasar</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2023</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Fakultas Ilmu Pendidikan;Pendidikan Sekolah Dasar</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>