<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENGUATAN KOMPETENSI KEWARGANEGARAAN EKOLOGIS&#13;
MELALUI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">YOGI</mods:namePart><mods:namePart type="family">PRIHANDOKO</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan: (1) menemukan penguatan kompetensi pengetahuan&#13;
kewarganegaraan ekologis; (2) menemukan penguatan kompetensi sikap&#13;
kewarganegaraan ekologis; (3) menemukan penguatan kompetensi keterampilan&#13;
kewarganegaraan ekologis; dan (4) menemukan penguatan kompetensi partisipasi&#13;
kewarganegaraan ekologis di Jungle School, Sekolah Alam Hijau Daun dan&#13;
Sekolah Alam Ungaran.&#13;
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi&#13;
kasus. Desain studi kasus menggunakan studi kasus jamak yang diawali dengan&#13;
pengembangan teori, pemilihan kasus, pengumpulan data, analisis kasus tunggal,&#13;
dan analisis lintas kasus. Penelitian dilakukan terhadap tiga sekolah alam yaitu:&#13;
Sekolah alam Ungaran dan Sekolah Alam Hijau Daun yang berlokasi di Kabupaten&#13;
Semarang serta Jungle School yang berlokasi di Kota Salatiga. Data penelitian&#13;
diperoleh dari sumber primer dan sekunder melalui teknik wawancara, observasi,&#13;
dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis Spradley.&#13;
Hasil penelitian adalah penguatan pada setiap domain kompetensi berikut. (1)&#13;
Pengetahuan: (a) fenomena lingkungan melalui pemanfaatan lansekap sekolah; (b)&#13;
hak dan kewajiban melalui peningkatan hubungan batin, pembiasaan, dan&#13;
pendekatan kepada Tuhan; (c) konsep keadilan lingkungan melalui karakter bijak,&#13;
membatasi barang sekali pakai, dan menanam pohon; (d) fungsi pengawasan&#13;
melalui social scince, piket jaga, dan meningkatkan kemampuan sosialisasi; (e)&#13;
sistem ekologi sehat melalui kebersihan diri, lingkungan, dan tidak jajan&#13;
sembarangan; (f) ide ekologis inspiratif melalui penggunaan barang limbah media&#13;
pembelajaran, model bangunan sekolah, pengolahan sampah, dan bungkus&#13;
makanan alami. (2) Sikap: (a) sayang terhadap flora dan fauna melalui hewan liar&#13;
di sekolah, penugasan tentang hewan peliharaan, analogi, bertanam, dan observasi&#13;
lapangan; (b) sikap terhadap komunitas lingkungan melalui jelajah alam dan&#13;
kerjasama dengan komunitas; (c) sikap terhadap peraturan melalui pendekatan&#13;
logis, pengetatan aturan, dan penguatan kepatuhan; (d) sensitif terhadap masalah&#13;
lingkungan melalui mengundang masyarakat, outing class, dan interaksi langsung.&#13;
(3) Keterampilan: (a) reuse, reduce dan recycle melalui gelar karya, media belajar,&#13;
dan media tanam; (b) melaksanakan aturan pemerintah melalui wawasan daerah&#13;
dan mitra pemerintah; (c) mencegah kerusakan lingkungan melalui asas Pancasila.&#13;
(4) Partisipasi: (a) motivasi menjaga kelestarian alam melalui disiplin aturan,&#13;
pembelajaran komparatif, dan religi; (b) partisipasi dalam komunitas melalui&#13;
kerjasama dan outbound; (c) aktif di masyarakat melalui pembelajaran rasional dan&#13;
sosiokultural.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Pendidikan Dasar</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2023</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Fakultas Ilmu Pendidikan;Pendidikan Sekolah Dasar</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>