<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>MODEL INNOVATION OF JOB EMBEDDED PROFESSIONALISM&#13;
DEVELOPMENT (IoJEPD) UNTUK MENINGKATKAN&#13;
KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">VERA YULI</mods:namePart><mods:namePart type="family">ERVIANA</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menemukan data implementasi&#13;
pengembangan profesional guru SD saat ini; (2) menghasilkan model IoJEPD; (3)&#13;
mengetahui tingkat kelayakan model IoJEPD; (4) menguji efektivitas model&#13;
IoJEPD; dan (5) menguji kepraktisan model IoJEPD terhadap kompetensi&#13;
pedagogik dan kompetensi profesional guru SD.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development&#13;
(R&amp;D) dengan model 4-D yang terdiri dari Define, Design, Develop, dan&#13;
Disseminate. Tempat penelitian dilakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta,&#13;
dengan melibatkan 4 Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunung&#13;
Kidul, dan 1 Kota Yogyakarta dengan total guru sebanyak 250 orang. Responden&#13;
penelitian yang terlibat adalah guru SD. Teknik dan instrumen pengumpulan data&#13;
dengan menggunakan panduan wawancara, angket kelayakan produk, tes, dan&#13;
angket kepraktisan model. Wawancara dilakukan kepada 5 guru untuk&#13;
mendapatkan indikator penting yang digunakan dalam proses penelitian. Validitas&#13;
instrumen menggunakan rumus korelasi product moment dan reliabilitas&#13;
menggunakan rumus Alpha Cronbach. Teknik analisis data menggunakan analisis&#13;
deskriptif.&#13;
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) implementasi pengembangan&#13;
profesional guru SD saat ini masih belum optimal, belum semua guru menyusun&#13;
tugas dan tanggung jawabnya karena banyak kegiatan di sekolah maupun di luar&#13;
sekolah sehingga guru memiliki keterbatasan waktu untuk meningkatkan&#13;
kompetensi keprofesionalan. 2) Model IoJEPD mencakup: (a) menganalisis&#13;
kebutuhan pelatihan; (b) mengembangkan tujuan pelatihan, (c) merancang materi&#13;
pelatihan, (d) memilih metode pelatihan, (e) merancang pendekatan dan penilaian,&#13;
(f) melaksanakan pelatihan, (g) mengukur hasil pelatihan, dan (h) merefleksi hasil&#13;
pelatihan. 3) Kelayakan dari model IoJEPD yang dikembangkan berdasarkan ahli&#13;
media sebesar 96,67% (sangat baik); ahli materi sebesar 88,33% (sangat baik);&#13;
dan ahli bahasa sebesar 90,00% (sangat baik). 4) Model IoJEPD efektif dapat&#13;
digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dengan nilai&#13;
rata-rata posttest sebesar 44,80 lebih tinggi dibanding nilai rata-rata pretest&#13;
sebesar 20,05 (44,80&gt;20,05). Model IoJEPD efektif digunakan sebagai acuan&#13;
untuk meningkatkan kompetensi profesional dengan nilai rata-rata posttest sebesar&#13;
34,47 lebih tinggi dibanding nilai rata-rata pretest sebesar 14,94 (34,47&gt;14,94).&#13;
Hasil uji dependent T Test menunjukkan model IoJEPD efektif untuk&#13;
meningkatkan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru yang&#13;
dibuktikan dengan nilai signifikan 0,000 &lt; 0,05. 5) Model IoJEPD praktis untuk&#13;
meningkatkan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru SD berada&#13;
pada kategori sangat praktis sebanyak 136 guru (54,4%). Hal ini dapat diartikan&#13;
bahwa model IoJEPD dapat diterima sebagai acuan untuk meningkatkan&#13;
kompetensi profesional guru sekolah dasar.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Pendidikan Dasar</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2023</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Fakultas Ilmu Pendidikan;Pendidikan Sekolah Dasar</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>