<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>EFEKTIVITAS LEARNING EXPERIENCE MODEL DALAM&#13;
PENGGUNAAN MODUL PERSIAPAN KERJA AWAL UNTUK&#13;
MENINGKATKAN KESIAPAN KERJA SISWA-SISWI SMK DI&#13;
MAGELANG</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">BENECDIKTUS ALIT PURWA</mods:namePart><mods:namePart type="family">ARINTAKA</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu jalur pendidikan&#13;
formal yang menyiapkan peserta didik untuk mendapatkan keterampilan kerja&#13;
secara praktis sehingga setelah lulus dapat langsung memasuki dunia kerja&#13;
profesional. Meski demikian, para siswa-siswi tersebut masih memiliki kendala&#13;
untuk lebih siap memasuki dunia kerja tersebut karena kurangnya persiapan serta&#13;
informasi mengenai dunia kerja, seperti pembuatan biodata dan menghadapi&#13;
wawancara kerja sebagai langkah awal. Salah satu metode belajar yang terbukti&#13;
efektif dan dapat diterapkan adalah dengan model learning experience sehingga&#13;
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan model learning&#13;
experience untuk menyampaikan modul persiapan kerja awal guna meningkatkan&#13;
kesiapan mereka memasuki dunia kerja.&#13;
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen&#13;
semu (quasi experiment). Dengan metode ini diharapkan dapat membandingkan&#13;
dua kelompok untuk mengetahui adanya efektivitas dari penggunaan model&#13;
learning experience. Penelitian ini dilakukan di beberapa SMK yang ada di&#13;
Magelang dengan total partisipan 160 siswa untuk kelompok eksperimen dan 162&#13;
siswa untuk kelompok kontrol. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam&#13;
penelitian ini adalah dengan menggunakan pre-test dan post-test yang diberikan&#13;
untuk masing-masing kelompok. Hasil pre-test dan post-test setiap kelompok&#13;
dibandingkan dengan teknik analisis uji T berpasangan untuk melihat apakah ada&#13;
peningkatan pengetahuan, baik yang menggunakan model learning experience dan&#13;
tidak. Kemudian hasil post-test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol juga&#13;
dibandingkan untuk mengetahui efektivitas dari model learning experience dengan&#13;
menggunakan analisis uji T independen. Sebelum digunakan, instrumen penelitian&#13;
dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasilnya soal-soal pada pre-test dan posttest dapat dikatakan valid dengan nilai korelasi item total ≥ 0,2 dan reliabel dengan&#13;
nilai alfa 0,637 untuk pre-test, serta 0,704 untuk post-test.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang&#13;
signifikan antara kelompok yang diberikan modul persiapan kerja dengan model&#13;
learning experience dan yang tidak menggunakan model belajar tersebut. Hasil ini&#13;
didukung pula oleh adanya perbedaan yang signifikan pada masing-masing&#13;
kelompok, baik yang menggunakan model learning experience dan yang tidak.&#13;
Untuk penelitian selanjutnya, sebaiknya memastikan adanya waktu yang cukup&#13;
untuk memberikan materi atau modul dengan model belajar learning experience&#13;
dan menggunakan desain penelitian eksperimen yang sesungguhnya.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Pendidikan Luar Sekolah</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Fakultas Ilmu Pendidikan;Pendidikan Non Formal</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>