<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENINGKATAN KAPASITAS FASILITATOR PROGRAM COMMUNITYBASED EARLY WARNING SYSTEMS (CBEWS) MELALUI&#13;
PENDEKATAN PARTICIPATORY ACTION RESEARCH (PAR):&#13;
SUATU PENELITIAN DESKRIPTIF KUALITATIF</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NINIL R MIFTAHUL</mods:namePart><mods:namePart type="family">JANNAH</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil penerapan&#13;
pendekatan Participatory Action Research (PAR) dalam meningkatkan kapasitas&#13;
fasilitator Program Community-Based Early Warning System (CBEWS). Latar&#13;
belakang penelitian ini adalah pentingnya peran fasilitator dalam mendampingi&#13;
masyarakat mengelola risiko bencana secara mandiri dan partisipatif, sejalan&#13;
dengan prinsip-prinsip Community-Based Disaster Risk Management (CBDRM).&#13;
Pendekatan PAR digunakan untuk memastikan fasilitator terlibat secara aktif dalam&#13;
merancang, melaksanakan, merefleksikan, dan menyempurnakan proses fasilitasi&#13;
mereka sendiri.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian&#13;
dilaksanakan pada periode 2021–2024 di tujuh provinsi rawan bencana di&#13;
Indonesia: Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Kalimantan Selatan,&#13;
Gorontalo, dan Bali. Subjek penelitian adalah fasilitator CBEWS yang terlibat&#13;
dalam pelatihan, simulasi, dan forum refleksi program. Data dikumpulkan melalui&#13;
observasi partisipatif, wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, dan studi&#13;
dokumentasi. Instrumen penelitian meliputi panduan wawancara, format observasi,&#13;
dan catatan proses. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik melalui&#13;
tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan prinsip&#13;
interpretatif dan reflektif.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan PAR efektif dalam&#13;
meningkatkan kapasitas fasilitator CBEWS pada tiga aspek utama: (1) pemahaman&#13;
terhadap konsep dan prinsip sistem peringatan dini berbasis komunitas; (2)&#13;
keterampilan fasilitasi yang kontekstual dan adaptif; serta (3) kemampuan reflektif&#13;
untuk menilai dan memperbaiki strategi pembelajaran mereka. Kendala yang&#13;
dihadapi mencakup keterbatasan waktu, latar belakang fasilitator yang beragam,&#13;
serta tantangan dalam dokumentasi proses belajar. Penelitian ini menyimpulkan&#13;
bahwa penerapan PAR berkontribusi nyata dalam penguatan kapasitas fasilitator&#13;
dan dapat direkomendasikan untuk diterapkan lebih luas dalam program&#13;
pengurangan risiko bencana yang berbasis komunitas.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Pendidikan Luar Sekolah</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Fakultas Ilmu Pendidikan;Pendidikan Non Formal</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>