<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>EVALUASI PROGRAM&#13;
PELATIHAN KELEMBAGAAN DAN KERJASAMA DESA&#13;
DI BALAI PEMERINTAHAN DESA DI YOGYAKARTA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Sri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Nuriyani</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengevaluasi konteks pelaksanaan program,&#13;
termasuk latar belakang, kebutuhan, dan faktor penyelenggaraannya; (2)&#13;
mengidentifikasi input pendukung keberhasilan program, seperti sarana, tenaga&#13;
pelatih, materi pelatihan, dan dukungan organisasi; (3) menganalisis proses&#13;
pelaksanaan, termasuk perencanaan, pelaksanaan in-house training, dan kegiatan&#13;
kerja sama desa; (4) mengidentifikasi produk program, seperti peningkatan&#13;
pemahaman peserta dan inisiatif kerja sama antar desa; dan (5) mengevaluasi&#13;
dampak program terhadap kapasitas kelembagaan dan efektivitas kerja sama antar&#13;
desa, serta kontribusinya terhadap pembangunan desa. Evaluasi menggunakan&#13;
model CIPPO (Context, Input, Process, Product, Outcome) untuk menilai&#13;
kesesuaian konteks, pelaksanaan, hasil langsung, serta dampak jangka panjang dari&#13;
pelatihan.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik&#13;
wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan analisis pre-test dan post-test.&#13;
Penelitian dilaksanakan selama lima bulan dengan melibatkan penyelenggara,&#13;
fasilitator, dan peserta. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan&#13;
metode, dengan analisis data mengacu pada model interaktif Miles, Huberman, dan&#13;
Saldaña.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dirancang sesuai dengan kebutuhan&#13;
peserta, didukung oleh fasilitator yang kompeten, materi yang relevan, dan metode&#13;
pembelajaran partisipatif. Pelatihan mampu menghasilkan peningkatan&#13;
keterampilan dan pemahaman yang sesuai dengan tujuan program, serta&#13;
menunjukkan dampak nyata dalam praktik tugas peserta di desa. Namun, tantangan&#13;
tetap ada terkait pendampingan dan evaluasi pasca-pelatihan. Penelitian ini&#13;
menyimpulkan bahwa pelatihan berbasis kebutuhan dan berkelanjutan, serta&#13;
dukungan tindak lanjut, penting untuk memperkuat tata kelola desa dan&#13;
pembangunan pedesaan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Pendidikan Luar Sekolah</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Fakultas Ilmu Pendidikan;Pendidikan Non Formal</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>