<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PERAN PENGAJAR DALAM MENINGKATKAN KAPASITAS&#13;
APARATUR PEMERINTAH DESA (STUDI KASUS PADA PELATIHAN&#13;
PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DI BALAI PEMERINTAHAN DESA&#13;
YOGYAKARTA)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">IKA</mods:namePart><mods:namePart type="family">WULANSARI</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini mengkaji tentang:1) peran pengajar dalam meningkatkan&#13;
kapasitas aparatur pemerintah desa terkait prinsip-prinsip pengelolaan keuangan&#13;
desa yang transparan dan akuntabel, 2) strategi pengajaran yang diterapkan dalam&#13;
pelatihan di Balai Pemerintahan Desa Yogyakarta, 3) serta faktor-faktor yang&#13;
memengaruhi keberhasilan pengajar diklat dalam meningkatkan kompetensi&#13;
aparatur pemerintah desa dalam aspek pengelolaan keuangan.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Peneliti&#13;
melakukan pendalaman informasi dan mengungkapkannya secara naratif serta&#13;
objektif mengenai peran pengajar diklat dalam membangun kapasitas aparatur&#13;
pemerintah desa melalui pelatihan pengelolaan keuangan desa. Penelitian ini&#13;
dilaksanakan di Balai Pemerintahan Desa Yogyakarta dalam kurun waktu lima&#13;
bulan. Sumber data diperoleh dari data primer, yaitu melalui wawancara dengan&#13;
pengajar diklat, peserta pelatihan, penyelenggara pelatihan, serta observasi&#13;
terhadap pelaksanaan pelatihan pengelolaan keuangan desa. Data sekunder&#13;
diperoleh melalui dokumentasi pelatihan pengelolaan keuangan desa di Balai&#13;
Pemerintahan Desa Yogyakarta. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui&#13;
wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Keabsahan data menggunakan&#13;
trianggulasi sumber, kemudian teknik analisis data menggunakan model interaktif&#13;
dari Miles, Huberman, dan Saldana (2014), yaitu pengumpulan data, kondensasi&#13;
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pengajar berdasarkan&#13;
fungsinya adalah sebagai penyampai materi yang relevan dan kontekstual, sebagai&#13;
fasilitator yang memahami materi secara konseptual dan teknis, sebagai motivator&#13;
yang membangun semangat peserta dalam melaksanakan tata kelola pemerintahan&#13;
desa yang baik, serta sebagai evaluator yang melakukan penilaian, analisis, dan&#13;
peninjauan hasil belajar peserta dalam memahami materi. Strategi pengajaran yang&#13;
diterapkan menggunakan metode andragogi dan media interaktif, dengan&#13;
penekanan pada pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Adapun faktor-faktor yang&#13;
memengaruhi tingkat keberhasilan pengajar dalam proses pelatihan meliputi&#13;
perencanaan, metode pengajaran, dan waktu belajar yang efektif.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Pendidikan Luar Sekolah</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Fakultas Ilmu Pendidikan;Pendidikan Non Formal</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>