<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pengembangan Model Pembelajaran Sangkanrasa Berbasis Kenthongan thek-thek untuk Peningkatan Karakter P5 Peserta Didik Sekolah Dasar.</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Pratik Hari</mods:namePart><mods:namePart type="family">Yuwono</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Trie Hartiti</mods:namePart><mods:namePart type="family">Retnowati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran Sangkanrasa &#13;
berbasis Kenthongan thek-thek yang dapat meningkatkan karakter P5 (Profil Pelajar &#13;
Pancasila) peserta didik di sekolah dasar. Penelitian ini didasarkan pada grand teori &#13;
pendidikan karakter yang mengintegrasikan kearifan lokal dan nilai-nilai sosial &#13;
budaya, serta filosofi “sangkan paraning dumadi” (kesadaran tentang asal-usul &#13;
manusia dan keterhubungan dengan Tuhan serta alam semesta) dan “adoh ratu &#13;
cedak watu” (pentingnya pemberdayaan budaya lokal dalam menghadapi &#13;
globalisasi). Model ini mengedepankan, gotong royong, kebhinekaan, dan &#13;
kemandirian yang merupakan bagian dari Profil Pelajar Pancasila.&#13;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan research&#13;
and development (R&amp;D) dengan pendekatan Borg &amp; Gall yang mencakup uji coba, &#13;
validasi ahli, serta revisi berdasarkan umpan balik dari guru dan peserta didik. Data &#13;
dikumpulkan menggunakan kuesioner, observasi, dan uji pretest dan posttest untuk &#13;
mengukur perubahan karakter siswa sebelum dan setelah penerapan model &#13;
pembelajaran.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Sangkanrasa berbasis &#13;
Kenthongan thek-thek memiliki karakteristik yang sesuai dengan tujuan pendidikan&#13;
karakter di sekolah dasar. Model ini tidak hanya mengajarkan keterampilan musik, &#13;
tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai sosial dan budaya lokal yang memperkuat &#13;
karakter siswa. Model ini terbukti layak dan praktis diterapkan di sekolah dasar, &#13;
dengan tingkat kepraktisan mencapai 96,25%. Selain itu, efektivitas model ini &#13;
dalam meningkatkan karakter peserta didik terbukti signifikan, dengan peningkatan &#13;
karakter sebesar 24,75%, yang tercermin pada dimensi Gotong Royong, &#13;
Kebhinekaan, dan Kemandirian. Berdasarkan hasil tersebut, model Sangkanrasa &#13;
berbasis Kenthongan thek-thek terbukti efektif dalam meningkatkan pembelajaran &#13;
musik sekaligus memperkuat karakter sosial siswa di sekolah dasar.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Seni Musik</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Media Pendidikan</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Pendidikan Guru Sekolah Dasar</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-29</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekolah Pascasarjana;Ilmu Pendidikan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>