%0 Thesis %9 S3 %A Yuwono, Pratik Hari %A Retnowati, Trie Hartiti %B Ilmu Pendidikan %D 2026 %F UNY:90390 %I Sekolah Pascasarjana %K Model pembelajaran, Kenthongan thek-thek Banyumasan, Pendidikan Karakter, Sangkanrasa, Sekolah Dasar %T Pengembangan Model Pembelajaran Sangkanrasa Berbasis Kenthongan thek-thek untuk Peningkatan Karakter P5 Peserta Didik Sekolah Dasar. %U http://eprints.uny.ac.id/90390/ %X Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran Sangkanrasa berbasis Kenthongan thek-thek yang dapat meningkatkan karakter P5 (Profil Pelajar Pancasila) peserta didik di sekolah dasar. Penelitian ini didasarkan pada grand teori pendidikan karakter yang mengintegrasikan kearifan lokal dan nilai-nilai sosial budaya, serta filosofi “sangkan paraning dumadi” (kesadaran tentang asal-usul manusia dan keterhubungan dengan Tuhan serta alam semesta) dan “adoh ratu cedak watu” (pentingnya pemberdayaan budaya lokal dalam menghadapi globalisasi). Model ini mengedepankan, gotong royong, kebhinekaan, dan kemandirian yang merupakan bagian dari Profil Pelajar Pancasila. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan research and development (R&D) dengan pendekatan Borg & Gall yang mencakup uji coba, validasi ahli, serta revisi berdasarkan umpan balik dari guru dan peserta didik. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, observasi, dan uji pretest dan posttest untuk mengukur perubahan karakter siswa sebelum dan setelah penerapan model pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Sangkanrasa berbasis Kenthongan thek-thek memiliki karakteristik yang sesuai dengan tujuan pendidikan karakter di sekolah dasar. Model ini tidak hanya mengajarkan keterampilan musik, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai sosial dan budaya lokal yang memperkuat karakter siswa. Model ini terbukti layak dan praktis diterapkan di sekolah dasar, dengan tingkat kepraktisan mencapai 96,25%. Selain itu, efektivitas model ini dalam meningkatkan karakter peserta didik terbukti signifikan, dengan peningkatan karakter sebesar 24,75%, yang tercermin pada dimensi Gotong Royong, Kebhinekaan, dan Kemandirian. Berdasarkan hasil tersebut, model Sangkanrasa berbasis Kenthongan thek-thek terbukti efektif dalam meningkatkan pembelajaran musik sekaligus memperkuat karakter sosial siswa di sekolah dasar.