<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>IMPLEMENTASI TEKNIK KENALI, AKUI, LEPASKAN EMOSI,&#13;
MAKNAI (KALEM) UNTUK MENGELOLA KECEMASAN REMAJA&#13;
DALAM KONTEKS PENDIDIKAN NON-FORMAL</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">ENDRA</mods:namePart><mods:namePart type="family">SETYAWAN</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam implementasi&#13;
teknik Kenali, Akui, Lepaskan Emosinya, Maknai (KALEM) untuk mengelola&#13;
kecemasan remaja dalam konteks pendidikan nonformal, khususnya pada Program&#13;
Pendidikan Kesetaraan Paket C di PKBM Dharma Wangsa, Denpasar, Bali. Fokus&#13;
kajian mencakup tiga dimensi utama, yaitu: (1) tahapan implementasi, (2)&#13;
pengalaman subjektif remaja, dan (3) faktor pendukung serta penghambat&#13;
keberhasilan.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian&#13;
terdiri atas sembilan remaja peserta Program kesetaraan Paket C. Data dikumpulkan&#13;
melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipasi selama sesi&#13;
implementasi, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik,&#13;
sedangkan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber (guru, siswa,&#13;
pengelola) dan triangulasi teknik (wawancara, observasi, dan dokumen).&#13;
Penelitian ini mengidentifikasi lima tahap implementasi efektif teknik KALEM&#13;
untuk pengelolaan kecemasan remaja: sosialisasi dan identifikasi karakteristik&#13;
subjek, pelatihan fasilitator (guru pendamping), implementasi pada siswa dalam&#13;
kelas terintegrasi, observasi dinamika emosional dan dampak. Pengalaman&#13;
subjektif remaja menunjukkan pergeseran emosional yang positif termasuk&#13;
peningkatan kesadaran emosi, ketenangan, refleksi diri, dan kepercayaan diri&#13;
melalui teknik pernapasan, visualisasi, dan afirmasi. Keberhasilan implementasi&#13;
didukung oleh dukungan kelembagaan, peran guru, partisipasi siswa, dan adaptasi&#13;
metode. Hambatan meliputi keterbatasan waktu dan sumber daya, variasi kesiapan&#13;
siswa, kapasitas guru, dan kondisi psikososial kompleks. Disimpulkan bahwa&#13;
implementasi sistematis teknik KALEM berpotensi besar sebagai pendekatan&#13;
regulasi emosi yang efektif dalam mengurangi kecemasan remaja di pendidikan&#13;
nonformal. Integrasi teknik ini ke kurikulum kesetaraan direkomendasikan untuk&#13;
memperkuat kesejahteraan psikologis dan menciptakan ekosistem pendidikan&#13;
adaptif.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Pendidikan Luar Sekolah</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Fakultas Ilmu Pendidikan;Pendidikan Non Formal</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>