%0 Thesis %9 S2 %A SETYAWAN, ENDRA %A Universitas Negeri Yogyakarta, %B Pendidikan Non Formal %D 2025 %F UNY:90367 %I Fakultas Ilmu Pendidikan %K teknik KALEM, kecemasan, remaja, pendidikan non-formal, regulasi emosi. %T IMPLEMENTASI TEKNIK KENALI, AKUI, LEPASKAN EMOSI, MAKNAI (KALEM) UNTUK MENGELOLA KECEMASAN REMAJA DALAM KONTEKS PENDIDIKAN NON-FORMAL %U http://eprints.uny.ac.id/90367/ %X Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam implementasi teknik Kenali, Akui, Lepaskan Emosinya, Maknai (KALEM) untuk mengelola kecemasan remaja dalam konteks pendidikan nonformal, khususnya pada Program Pendidikan Kesetaraan Paket C di PKBM Dharma Wangsa, Denpasar, Bali. Fokus kajian mencakup tiga dimensi utama, yaitu: (1) tahapan implementasi, (2) pengalaman subjektif remaja, dan (3) faktor pendukung serta penghambat keberhasilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas sembilan remaja peserta Program kesetaraan Paket C. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipasi selama sesi implementasi, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik, sedangkan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber (guru, siswa, pengelola) dan triangulasi teknik (wawancara, observasi, dan dokumen). Penelitian ini mengidentifikasi lima tahap implementasi efektif teknik KALEM untuk pengelolaan kecemasan remaja: sosialisasi dan identifikasi karakteristik subjek, pelatihan fasilitator (guru pendamping), implementasi pada siswa dalam kelas terintegrasi, observasi dinamika emosional dan dampak. Pengalaman subjektif remaja menunjukkan pergeseran emosional yang positif termasuk peningkatan kesadaran emosi, ketenangan, refleksi diri, dan kepercayaan diri melalui teknik pernapasan, visualisasi, dan afirmasi. Keberhasilan implementasi didukung oleh dukungan kelembagaan, peran guru, partisipasi siswa, dan adaptasi metode. Hambatan meliputi keterbatasan waktu dan sumber daya, variasi kesiapan siswa, kapasitas guru, dan kondisi psikososial kompleks. Disimpulkan bahwa implementasi sistematis teknik KALEM berpotensi besar sebagai pendekatan regulasi emosi yang efektif dalam mengurangi kecemasan remaja di pendidikan nonformal. Integrasi teknik ini ke kurikulum kesetaraan direkomendasikan untuk memperkuat kesejahteraan psikologis dan menciptakan ekosistem pendidikan adaptif.