%0 Thesis %9 S2 %A Sohirah, Sohirah %A Universitas Negeri Yogyakarta, %B Pendidikan Non Formal %D 2025 %F UNY:90358 %I Fakultas Ilmu Pendidikan %K Evaluasi, Tata Kelola, Program, Pokdarwis, Model Countenance %T EVALUASI TATA KELOLA KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) DI DESA WISATA KAMPONG MELAYU BML KOTA PONTIANAK PROVINSI KALIMANTAN BARAT %U http://eprints.uny.ac.id/90358/ %X Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi mendalam guna perbaikan ke depan terkait tata kelola program Pokdarwis sebagai motor penggerak utama pengembangan desa wisata yang berbasis masyarakat di Desa Wisata Kampong Melayu BML Kota Pontianak Kalimantan Barat. Latar belakang penelitian evaluasi ini adalah pentingnya Tata Kelola Program Pokdarwis Desa Wisata Kampong Melayu BML Kota Pontianak Kalimantan Barat untuk di evaluasi paska meraih anugrah desa wisata Indonesia dan meraih juara harapan satu desa wisata rintisan tingkat nasional. Model penelitian evaluasi yang digunakan adalah Model Evaluasi Countenance, model evaluasi yang dikembangkan oleh Robert Stake dalam bukunya yang berjudul Standar Base & Responsive Evaluation Model (2003). Penelitian ini memiliki potensi untuk memberikan dampak yang signifikan bagi berbagai pihak terkait dalam tata kelola program pokdarwis dalam peningkatan kualitas pokdarwis terkait pengelolaan pariwisata di Desa Wisata Kampong Melayu BML dan memberikan wawasan yang berharga untuk penelitian dan kebijakan di masa mendatang. Secara keseluruhan, Tata Kelola Pokdarwis di Desa Wisata Kampong Melayu BML telah menunjukkan progres yang Signifikan dalam mendukung pengembangan wisata berbasis masyarakat. Namun, standar yang ditetapkan oleh program Anugrah Desa Wisata Indnesia (ADWI) belum sepenuhnya terpenuhi. Faktor utama yang menjadi hambatan adalah kurangnya pemahaman sebagian anggota Pokdarwis terhadap program Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI), ketidaksesuaian implementasi program oleh vendor, serta hasil yang masih berada di bawah target maksimal. Upaya perbaikan pada setiap tahap (antecedent, transactions, outcomes) perlu dilakukan untuk memastikan keselarasan antara tujuan program dan pelaksanaannya.