%0 Thesis %9 S3 %A Susanto, Dwi %A Budiningsih, C. Asri %B Ilmu Pendidikan %D 2026 %F UNY:90328 %I Sekolah Pascasarjana %K Sistem Among, Asah Asih Asuh, Simonga, model pembelajaran, karakter siswa SMA %T Model Pembelajaran Sistem Among Asah Asih Asuh (Simonga) Berdasarkan Ajaran Tamansiswa untuk Meningkatkan Karakter Siswa Sekolah Menengah Atas. %U http://eprints.uny.ac.id/90328/ %X Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menemukan data faktual tentang kondisi pembelajaran di Sekolah Menengah Atas dalam upaya meningkatkan karakter siswa; (2) menghasilkan model pembelajaran Sistem Among Asah, Asih, Asuh (Simonga) berbasis ajaran Tamansiswa yang sesuai dengan konteks SMA; (3) menguji kelayakan model pembelajaran Simonga; (4) menguji kepraktisan model pembelajaran Simonga; dan (5) menguji keefektifan model pembelajaran Simonga dalam meningkatkan karakter siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan design and development research dengan model 4D Holistik (Define, Design, Develop, Deploy). Validasi instrumen dan rancangan model dilakukan oleh ahli teknologi pembelajaran, ahli pendidikan keTamansiswaan, serta pakar pendidikan Pancasila. Uji kepraktisan dilaksanakan melalui penilaian oleh guru dan peserta didik, sedangkan uji keefektifan dilakukan menggunakan desain one-group pretest–posttest, di mana pengukuran dilakukan pada kelompok yang sama sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran Simonga. Uji coba terbatas melibatkan 30 peserta didik, sedangkan uji lapangan melibatkan 195 peserta didik dari kelas eksak dan non-eksak pada empat SMA di Yogyakarta, yaitu SMA Negeri 3 Yogyakarta, SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta, SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, dan SMA IT Abu Bakar Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan tes yang telah divalidasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji beda berpasangan (Wilcoxon Signed Rank Test), serta Normalized Gain (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran di SMA masih cenderung berpusat pada guru dan belum optimal dalam membentuk karakter siswa, sehingga diperlukan model pembelajaran yang kontekstual dan mudah diterapkan; (2) model pembelajaran Simonga yang dikembangkan menghasilkan pedoman pembelajaran lengkap yang terdiri atas struktur sintaks pembelajaran (pra-pembelajaran, eksplorasi, pengembangan, refleksi, dan tindak lanjut), perangkat pembelajaran, skenario pembelajaran berbasis Sistem Among, serta media refleksi pendukung yang memfasilitasi penguatan Asah, Asih, dan Asuh. Implementasi model ini mengintegrasikan pendekatan holistik Sistem Among ajaran Tamansiswa dan Profil Pelajar Pancasila yang menyeimbangkan pengembangan aspek Asah (berpikir kritis dan kreatif), Asih (gotong royong dan berkebinekaan global), dan Asuh (beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan mandiri). (3) model Simonga dinilai sangat layak dengan rata-rata skor kelayakan 3,86; (4) model ini praktis digunakan, ditunjukkan oleh koefisien reproduksibilitas 0,98 (guru) dan 0,94 (peserta didik); serta (5) model Simonga efektif meningkatkan karakter baik pada kelas eksak maupun non-eksak di SMA.