<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pengembangan Model Pembelajaran Pra Braille Berbasis Teori  Pemrosesan Informasi “Realitas Orkes Optikon Sistem (ROOS)” Untuk Kemampuan  Persepsi Bentuk Dasar Bagi Anak Hambatan Penglihatan.</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Rendy Roos</mods:namePart><mods:namePart type="family">Handoyo</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Edi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Purwanta</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kemampuan pra Braille yang terdiri dari persepsi taktil, spasial, haptic, &#13;
auditori dan kinestetik menjadi syarat utama sebagai kesiapan membaca dan menulis. &#13;
Faktanya, pembelajaran saat ini terbatas pada penguatan perabaan melalui drill dengan &#13;
pendekatan behaviouristik yang belum terstruktur melibatkan unsur kognitif. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan kebutuhan komponen model &#13;
pembelajaran; 2) menghasilkan model pembelajaran pra Braille berbasis sistem &#13;
pemrosesan informasi yang layak; 3) mengukur kepraktisan model dan 4) mengetahui &#13;
efektifitas model bagi anak hambatan penglihatan.&#13;
Penelitian pengembangan ini menggunakan desain Analyze, Desain, Develop, &#13;
Implement dan Evaluation (ADDIE). Subjek penelitian terdiri 40 guru dan 9 anak &#13;
hambatan penglihatan yang berasal dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, &#13;
dan Bali. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, Focus Group Discussion, &#13;
dan tes kinerja. Instrumen penelitian yang digunakan berupa instrumen kebutuhan &#13;
model pembelajaran, instrument kelayakan, instrument kepraktisan dan instrument &#13;
keefektivan. Analisis data kebutuhan dan kelayakan menggunakan deskriptf &#13;
kuantitatif dalam bentuk skor prosentase serta rata-rata yang dimaknai secara naratif &#13;
disajikan melalui tabel maupun grafik. Analisis data hasil uji efefktivitas dilakukan &#13;
dengan sign test yang disajikan dalam bentuk tabel dan pemaknaan secara deskiptif.&#13;
Kebutuhan model pembelajaran dapat mengembangkan aktivitas, motivasi dan &#13;
mudah diterapkan bagi anak hambatan penglihatan melalui permainan, tebak-tebakan &#13;
bentuk dan nyanyian. Sintaks model pembelajaran mengintegrasikan working &#13;
memory, represantional citra objek anak hambatan penglihatan dengan tahapan &#13;
orientasi rangsangan, eksplorasi, praktik terbimbing, kontekstualisasi, konseptual &#13;
melalui persepsi taktil, audiori, spasial mencapai kategori Sangat Layak dari unsur &#13;
materi dan struktur tahapan kognitif dalam membentuk konsep. Model pembelajaran &#13;
praktis digunakan oleh guru dengan kriteria Sangat Baik skor 4,22 karena terdapat &#13;
urutan sistematis, penjelasan skenario dan pedoman penerapan. Model pembelajaran &#13;
terbukti efektif terhadap kemampuan pra Braille dengan hasil perhitungan sign test T &#13;
hitung 0,004 &lt; α 0,05. Keterbaruan model pembelajaran dengan opptimalisasi unsur &#13;
kognitif melalui integrasi modalitas sensori anak hambatan penglihatan untuk &#13;
membedakan, mengidentifikasi dan menganalogikan bentuk yang diraba melibatkan &#13;
imajinasi, kontekstualisasi serta latihan terbimbing.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Teknologi Pendidikan</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Media Pendidikan</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-12</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekolah Pascasarjana;Ilmu Pendidikan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>