<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Perbedaan Efektivitas Self Treatment dan Masase Terbantu dengan Kombinasi Terapi Latihan dalam Penanganan Cedera Panggul Kronis</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">R. Permana</mods:namePart><mods:namePart type="family">Wijaya</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji (1) efektivitas self treatment treatment menggunakan foam roller yang dikombinasikan dengan terapi latihan terhadap penurunan nyeri, peningkatan range of motion, dan fungsi gerak pada penderita cedera panggul kronis. (2) efektivitas masase terbantu menggunakan masase effleurage yang dikombinasikan dengan terapi latihan terhadap penurunan nyeri, peningkatan range of motion, dan fungsi gerak pada penderita cedera panggul&#13;
kronis. (3) perbandingan efektivitas self treatment menggunakan foam roller dikombinasikan terapi latihan dengan masase terbantu menggunakan masase&#13;
effleurage dikombinasikan terapi latihan terhadap penurunan nyeri, peningkatan&#13;
range of motion, dan fungsi gerak pada penderita cedera panggul kronis.&#13;
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan menggunakan two group eksperiment design. Model penelitian ini menggunakan dua kelompok sampel berbeda dengan perlakuan yang berbeda pula. Populasi penelitian merupakan penderita cedera panggul fase kronis dengan sampel berjumlah 40 orang yang dibagi menjadi dua kelompok dengan masing-masing kelompok berjumlah 20 orang. Kelompok A berupa self treatment menggunakan foam roller dikombinasikan terapi latihan, dan kelompok B berupa masase terbantu menggunakan masase effleurage dikombinasikan terapi latihan. Perlakuan dilakukan sebanyak empat kali perlakuan dengan durasi 45 menit. Instrumen penelitian yang digunakan berupa skala numeric rating scale (NRS), untuk mengukur intensitas nyeri, alat ukur goniometer digunakan untuk mengukur range of motion (ROM), dan harris hip score berfungsi dalam menilai fungsi gerak. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji beda (paired t-test, wilcoxon, dan independent t-test).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perlakuan self treatment menggunakan foam roller dikombinasikan dengan terapi latihan dan masase terbantu menggunakan masase effleurage dikombinasikan terapi latihan dapat menurunkan skala nyeri, meningkatkan range of motion (ROM), dan fungsi gerak secara siginifikan dengan nilai p&lt;0,05. (2) Hasil perbedaan selisih data pretest dan posttest perlakuan self treatment menggunakan foam roller dikombinasikan dengan terapi latihan dan masase terbantu menggunakan masase effleurage dikombinasikan terapi latihan terhadap penurunan skala nyeri, peningkatan range of motion (ROM), dan fungsi gerak menghasilkan nilai p&gt;0,05, sehingga disimpulkan bahwa kedua kelompok perlakuan tidak memiliki perbedaan yang signifikan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Olahraga</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-02-12</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan;Ilmu Keolahragaan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>