@phdthesis{UNY90288, title = {STRATEGI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PURNA PEKERJA MIGRAN (Studi Kasus Komunitas Desa Peduli Buruh Migran (DESBUMI) di Kabupaten Jember)}, school = {Fakultas Ilmu Pendidikan}, author = {NUROTUL WAFIROH}, year = {2025}, url = {http://eprints.uny.ac.id/90288/}, abstract = {Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi permasalahan, kebutuhan, dan potensi perempuan purna pekerja migran di Kabupaten Jember; 2) mengidentifikasi dan menganalisis strategi pemberdayaan perempuan purna pekerja migran di komunitas Desa Peduli Buruh Migran (DESBUMI) di Kabupaten Jember; dan 3) mendeskripsikan dan menganalisis keterlaksanaan program pemberdayaan di komunitas Desa Peduli Buruh Migran (DESBUMI) di Kabupaten Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara mendalam dan focus group interview, serta menelaah dokumen. Penelitian dilakukan di empat komunitas yaitu DESBUMI di Kabupaten Jember. Informan pada penelitian ini melibatkan koordinator Migrant CARE Jember, ketua komunitas DESBUMI, anggota komunitas DESBUMI, dan perangkat desa. Uji keabsahan data menggunakan derajat kepercayaan dan triangulasi sumber, teknik, dan teori. Metode analisis data menggunakan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan purna pekerja migran memiliki permasalahan yaitu; 1) permasalahan keluarga; 2) kesulitan ekonomi akibat keterbatasan lapangan pekerjaan dan keterampilan; 3) kesulitan reintegrasi sosial dan kurangnya perlindungan sosial; 4) akses yang terbatas terhadap layanan modal dan program pemerintah; 5) permasalahan psikologis dan hukum; 6) serta stigma sosial yang masih melekat. Selain itu, perempuan purna pekerja migran juga memiliki kebutuhan spesifik yang unik dan melekat dengan permasalahan. Namun dibalik itu semua perempuan purna pekerja migran memiliki potensi yang besar berupa; 1) modal sosial jaringan; 2) keterampilan praktis dan teknis; 3) pengalaman internasional; 4) kemampuan bahasa asing; 5) dan manajemen diri yang baik. Dari penelitian ini juga didapatkan bahwa proses pemberdayaan perempuan purna pekerja migran melalui empat tahap yaitu; 1) pembentukan kesadaran; 2) peningkatan kapasitas; 3) penguatan akses dan kontrol dan; 4) pemberian daya. Strategi yang digunakan mencakup; 1) pemanfaatan modal sosial; 2) optimalisasi potensi; 3) membangun kesadaran swadaya; 4) pembentukan usaha bersama; 5) pengembangan kemitraan; 6) penguatan personal branding dan community branding; 7) penggunaan pembelajaran partisipatif; 8) implementasi pendekatan GEDSI; 9) penerapan analisis interseksionalitas dan; 10) partisipasi bermakna dalam perencanaan pembangunan dan kebijakan. Pemberdayaan yang dilakukan tidak hanya ekonomi, namun juga pemberdayaan sosial, politik, hukum, pendidikan, lingkungan, dan psikologis. Serta hasil pemberdayaan dapat dilihat pada 4 ranah, yaitu individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan perempuan purna pekerja migran harus didasarkan pada optimalisasi potensi dan respon terhadap permasalahan dan kebutuhan spesifik mereka. Saran untuk adanya penelitian lebih lanjut terhadap hasil pemberdayaan dalam skala yang luas dan penguatan kelompok belajar untuk peer teaching.}, keywords = {komunitas DESBUMI, perempuan purna pekerja migran, strategi pemberdayaan} }